Mas Handy Kukuhkan 16 Juru Sembelih Halal Nganjuk
- 24-05-2026
Nganjuk, PING– Pemerintah Kabupaten Nganjuk menyelenggarakan kegiatan Pembinaan dan Penyerahan Bantuan Hibah Insentif bagi para guru sekolah minggu atau pembina iman se-Kabupaten Nganjuk, Senin (8/12/2025). Acara yang berlangsung khidmat di Pendopo KRT Sosrokoesomo ini menjadi simbol perhatian serius pemerintah terhadap penguatan moral dan spiritual generasi muda.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Nganjuk, Asisten Pemerintahan dan Kesra, serta Kepala Badan Kesbangpol. Turut hadir pula Kepala Kantor Kemenag Nganjuk, Ketua FKUB, Ketua BKSG-KK, dan Ketua PGPI yang mendampingi 430 pembina iman penerima hibah.
Dalam laporan kegiatannya, Kepala Bagian Kesra Imam Baidowi menjelaskan bahwa penyaluran hibah ini merupakan implementasi dari Peraturan Kabupaten Nganjuk Nomor 42 Tahun 2003 yang telah diperbarui melalui Peraturan Kabupaten Nganjuk Nomor 12 Tahun 2025.
Dijelaskan Imam bahwa total dana yang dialokasikan mencapai Rp666.320.000, yang mencakup insentif bagi pembina iman sebesar Rp1.500.000 per orang serta dukungan biaya operasional senilai Rp21.320.000. Bantuan ini disalurkan melalui GPdI (Gereja Pantekosta di Indonesia) Kabupaten Nganjuk untuk menjangkau 82 sekolah dan lembaga di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk.

Dalam sambutannya usai menyerahkan bantuan secara simbolis, Bupati Marhaen Djumadi menekankan betapa krusialnya peran pendidik spiritual dalam mencetak generasi berkualitas.
“Para guru sekolah minggu memiliki peran yang sangat penting. Mereka membentuk karakter dan membimbing kehidupan spiritual anak-anak, sehingga pemerintah perlu hadir untuk memberikan dukungan,” tutur pria yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut.
Lebih jauh, Kang Marhaen menegaskan bahwa fasilitas daerah seperti Pendopo Kabupaten adalah milik bersama yang inklusif bagi seluruh umat beragama. “Pendopo ini adalah rumah besar kebangsaan. Silakan digunakan untuk kegiatan keagamaan apa saja. Di tempat ini, persatuan dan kesatuan kita dikuatkan,” ungkapnya disambut hangat para peserta.
Tak hanya soal insentif keagamaan, Kang Marhaen juga memaparkan rangkaian kebijakan pro-rakyat dalam membangun sumber daya manusia, mulai dari jaminan BPJS Kesehatan gratis, beasiswa pendidikan bagi pelajar kurang mampu dan berprestasi, hingga transparansi kenaikan pangkat ASN tanpa biaya.

“Harapan kami, masyarakat Nganjuk sehat, sejahtera, dan punya kesempatan yang sama untuk maju,” tegasnya.
Terkait pendidikan anak, Kang Marhaen menekankan bahwa kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan integritas diri. Beliau mengajak para pembina iman untuk terus memperkuat fondasi mental anak-anak agar sejalan dengan filosofi "Anjuk Ladang" sebagai tanah kemenangan.
“Pendidikan karakter adalah fondasi. Anak-anak kita tidak hanya perlu cerdas, tetapi juga memiliki sikap, mental, dan karakter yang kuat. Tanah ini tanah kemenangan. Anak-anak Nganjuk harus tumbuh dengan DNA sukses dan mental juara,” pungkas Kang Marhaen.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi para pembina iman dalam menjaga kerukunan serta meningkatkan kualitas generasi muda di Kabupaten Nganjuk.