Mas Handy Kukuhkan 16 Juru Sembelih Halal Nganjuk
- 24-05-2026
Nganjuk, PING– Program Sekolah Peduli Inflasi Teras Pangan B2SA kembali digelar oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Nganjuk, kali ini menyasar SMKN 1 Tanjunganom pada Rabu (10/12/2025). Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat literasi pangan di kalangan pelajar, sekaligus mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.
Acara dihadiri Staf Ahli Bupati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Nganjuk, Tim Penggerak PKK Kabupaten Nganjuk, Kepala SMKN 1 Tanjunganom, para guru, serta siswa-siswi dari berbagai jurusan.
Kepala SMKN 1 Tanjunganom Harbudi Susilo, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dipilihnya sekolah tersebut sebagai lokasi kegiatan. Menurutnya, program ini sangat relevan dengan kebutuhan siswa, khususnya yang belajar agribisnis dan budidaya ikan.
“Kami sangat berterima kasih karena SMKN 1 Tanjunganom dipercaya menjadi tuan rumah. Anak-anak kami butuh arahan langsung agar lebih memahami ketahanan pangan dan bisa menerapkan ilmunya untuk masa depan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Mokhammad Yasin, yang mengajak para siswa untuk membangun karakter dan kompetensi sejak dini. Ia menekankan bahwa lulusan SMK memiliki peluang besar untuk terjun langsung ke dunia kerja, berwirausaha, maupun melanjutkan studi.
“Integritas adalah kunci. Rajin belajar, taat kepada Allah, hormat kepada orang tua, dan patuh kepada guru, itu semua merupakan fondasi kesuksesan kalian,” pesannya.
Ia juga mengajak pelajar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh karena praktik langsung akan meningkatkan daya serap ilmu. “Kalau hanya mendengar ceramah, yang diserap sedikit. Tapi kalau kalian praktik, pemahaman bisa naik berkali-kali lipat. Ilmu itu berguna saat kalian terapkan,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan pengendalian inflasi dan peningkatan kemandirian pangan, TPID Kabupaten Nganjuk menyerahkan secara simbolis tanaman sayuran kepada Kepala SMKN 1 Tanjunganom. Penyerahan ini menjadi tanda dimulainya rangkaian edukasi dan praktik lapangan bagi para siswa.

Setelah prosesi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman tanaman sayuran yang diikuti siswa-siswi SMKN 1 Tanjunganom di area sekolah. Aksi menanam ini menjadi bagian dari kampanye peningkatan produksi pangan lokal untuk membantu pengendalian inflasi di Kabupaten Nganjuk.
Dalam suasana antusias, siswa juga menerima pembagian buah-buahan segar sebagai contoh konsumsi pangan sehat dan bergizi. Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin menegaskan pentingnya pola makan sehat sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan pangan keluarga.
Slogan “Makan enak, makan B2SA: beragam, bergizi, seimbang, dan aman” kembali ditekankan untuk mengajak generasi muda membiasakan pola makan sehat sekaligus mengurangi ketergantungan pada pangan yang dapat memicu inflasi.
Program Sekolah Peduli Inflasi di SMKN 1 Tanjunganom diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang sadar pangan, mandiri, dan memiliki kontribusi nyata terhadap pengendalian inflasi di daerah. Melalui edukasi, praktik, serta penerapan teknologi digital, para siswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun keluarga.