#

Persiapan Peresmian Museum Marsinah, Bupati Nganjuk Pimpin Rapat Koordinasi Kedatangan Presiden RI

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk mulai mematangkan persiapan kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia yang dijadwalkan akan meresmikan Museum Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro. Persiapan ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, di Ruang Rapat Pringgitan pada Selasa (10/02/2026).

Dalam arahannya, Bupati Marhaen menekankan bahwa kehadiran Presiden untuk meresmikan Museum Marsinah merupakan momentum besar bagi Kabupaten Nganjuk. Museum ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol perjuangan buruh nasional yang menjadi identitas sejarah.

"Kita harus memastikan penyambutan Bapak Presiden berjalan sempurna. Koordinasi antar-OPD harus presisi, mulai dari perbaikan akses jalan oleh PUPR, kebersihan lokasi oleh DLH, hingga manajemen lalu lintas oleh Dinas Perhubungan," tegas Bupati di hadapan para peserta rapat.

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat lokal di Desa Nglundo. Beliau meminta Camat Sukomoro dan Kepala Desa Nglundo untuk memastikan lingkungan sekitar tetap kondusif dan asri sebelum hari pelaksanaan.

"Museum ini berada di tengah pemukiman, maka kerja sama dengan warga sekitar sangat krusial. Kita ingin saat Presiden hadir, suasana Desa Nglundo mencerminkan kesiapan dan keramahan warga Nganjuk," tambah Mas Handy sapaan akrabnya.

Rapat ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, para Asisten Setda, serta para Kepala Dinas terkait seperti Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, dan Disporabudpar.

Beberapa poin teknis yang menjadi fokus utama dalam rapat tersebut meliputi:

  • Aksesibilitas: Perbaikan infrastruktur jalan menuju lokasi museum hingga makam oleh Dinas PUPR.
  • Estetika: Penataan taman dan kebersihan di sepanjang rute kunjungan oleh DLH.
  • Protokol: Sinkronisasi jadwal dan pengamanan VVIP bersama Protokol Kepresidenan.
  • Narasi Sejarah: Kesiapan konten museum oleh Disporabudpar agar pesan sejarah Marsinah tersampaikan dengan baik kepada Presiden.

Sebagai penutup, Sekretaris Daerah diinstruksikan untuk melakukan pemantauan harian terhadap progres di lapangan. Rencana selanjutnya, Pemkab Nganjuk akan melakukan peninjauan lokasi (survei lapangan) bersama pihak Paspampres dan Protokol Istana dalam waktu dekat, juga ke Propinsi untuk minta dukungan kegiatan.