#

Kasus Campak Meningkat, Dinkes Nganjuk Tekankan Pentingnya Imunisasi MR dan Pola Hidup Sehat

Nganjuk, PING – Tren peningkatan kasus campak di Indonesia menjadi perhatian serius bagi sektor kesehatan. Berdasarkan data terbaru hingga minggu kedelapan tahun 2026, tercatat sebanyak 10.453 kasus suspek campak, dengan 8.372 kasus telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium serta enam kasus kematian. Selain itu, dilaporkan pula 45 kejadian luar biasa (KLB) yang tersebar di 29 kabupaten/kota di 11 provinsi.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi penularan penyakit yang disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus tersebut. Campak diketahui merupakan penyakit yang sangat mudah menular, terutama melalui percikan air liur (droplet) saat penderita batuk atau bersin, kontak langsung dengan penderita, maupun melalui benda yang terkontaminasi virus yang dapat bertahan di udara hingga dua jam.

Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko penularan, seperti kondisi malnutrisi, kekurangan vitamin A, serta lingkungan dengan kepadatan penduduk tinggi. Gejala campak umumnya diawali dengan demam tinggi, disertai batuk, pilek, dan mata merah. Pada tahap berikutnya muncul bintik putih kecil di bagian dalam pipi serta ruam merah yang biasanya dimulai dari area wajah dan telinga, kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Apabila tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius seperti diare berat, pneumonia atau infeksi paru-paru, radang otak, kebutaan, bahkan berujung pada kematian. Oleh karena itu, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis apabila menemukan gejala tersebut, terutama pada anak-anak.

Bagi warga yang terinfeksi, isolasi mandiri sangat dianjurkan guna mencegah penularan lebih luas. Selain itu, penderita juga disarankan untuk beristirahat cukup, mengonsumsi vitamin A, serta melakukan koordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, dr. Tien Farida Yani, menegaskan bahwa langkah pencegahan paling efektif terhadap campak adalah melalui imunisasi MR (Measles-Rubella). Ia mengingatkan bahwa anak-anak perlu mendapatkan imunisasi secara lengkap sesuai jadwal, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, serta saat memasuki kelas 1 sekolah dasar.

“Kami mengimbau seluruh orang tua di Kabupaten Nganjuk untuk memastikan status imunisasi putra-putrinya. Jangan menunggu sampai terlambat. Cek kembali Buku KIA atau KMS anak Anda. Jika ada jadwal yang terlewat, segera lengkapi di Puskesmas atau Posyandu terdekat,” ujar dr. Tien.

Ia juga menambahkan bahwa upaya pencegahan tidak hanya bergantung pada imunisasi, tetapi juga pada penerapan pola hidup sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Selain vaksinasi, terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS. Biasakan mencuci tangan dengan sabun dan pastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi seimbang. Mari kita bersama-sama memutus rantai penularan ini demi kesehatan generasi masa depan,” pungkasnya.