Lengkap dengan Ventilator hingga Dapur ASI, RSUD Nganjuk Perkuat Layanan Unggulan Neonatus
- 27-07-2026
Nganjuk, PING – Komitmen menjaga infrastruktur pengairan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Salah satunya dengan melaksanakan pembersihan Bangunan Pintu Air B25 KW 143 di Desa Katerban, Kecamatan Baron, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Mrican Kiri Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas sebagai bentuk respons cepat terhadap tumpukan sampah yang menutupi area pintu air.
Material berupa ranting pohon, bambu, plastik, hingga sampah rumah tangga yang terbawa arus air diketahui menumpuk di sekitar bangunan pintu air. Kondisi tersebut berpotensi menghambat fungsi bangunan pengendali air apabila tidak segera ditangani.
Petugas melakukan pembersihan secara menyeluruh dengan mengangkat seluruh material yang menyumbat, kemudian mengangkutnya menggunakan kendaraan operasional agar area pintu air kembali bersih dan dapat berfungsi secara optimal.
Pembersihan difokuskan pada titik-titik yang mengalami penumpukan sampah paling banyak. Selain mengangkat material yang terlihat, petugas juga melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada benda lain yang berpotensi menghambat aliran air maupun mengganggu kinerja bangunan pengairan.
Langkah cepat tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Salah seorang warga Desa Katerban mengaku senang karena kondisi pintu air kini kembali bersih sehingga aliran air menjadi lebih lancar.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada petugas yang sudah membersihkan sampah di pintu air ini. Sekarang kondisinya jauh lebih bersih. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan agar saluran irigasi tetap terawat dan masyarakat juga semakin sadar untuk tidak membuang sampah ke sungai atau saluran air," ungkapnya.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk menyampaikan bahwa pemeliharaan rutin infrastruktur pengairan merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan sistem irigasi yang menopang sektor pertanian di Kabupaten Nganjuk.
"Kami berkomitmen melakukan penanganan secara cepat terhadap berbagai kendala yang terjadi di jaringan irigasi, termasuk penumpukan sampah di bangunan pintu air. Kolaborasi antara UPTD PSDA Mrican Kiri dengan BBWS Brantas menjadi wujud sinergi dalam menjaga infrastruktur pengairan agar tetap berfungsi optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya para petani," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga kebersihan sungai dan saluran irigasi dengan tidak membuang sampah sembarangan.
"Keberhasilan menjaga infrastruktur pengairan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Dengan menjaga kebersihan saluran air, kita bersama-sama dapat mencegah penyumbatan, mengurangi risiko banjir, serta memastikan distribusi air irigasi tetap lancar," tambahnya.
Melalui kegiatan pemeliharaan dan pembersihan secara berkala, Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk berharap kondisi saluran irigasi dan bangunan pengairan tetap terjaga sehingga mampu mendukung produktivitas pertanian, mengurangi potensi kerusakan infrastruktur, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.