Hangatkan Kebersamaan, Satlantas Polres Nganjuk Berbagi Sembako dengan Ojol
- 15-09-2026
Nganjuk, PING – Sektor perikanan air tawar memegang peranan strategis dalam menopang ketahanan pangan lokal serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Nganjuk. Komitmen penguatan sektor ini dibahas tuntas dalam dialog interaktif program Dinamika Pagi di 105,3 Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL FM), Senin (14/9/2026).
Acara yang dipandu penyiar Etna Laila ini menghadirkan Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Kabupaten Nganjuk Suwelo Supriyono (Pak Welo), bersama dua Penyuluh Perikanan Lapangan (PPL) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Bambang dan Nikita.
Kepala Bidang Perikanan Dinas KPP Nganjuk, Suwelo Supriyono, memaparkan tiga fokus program kerja bidangnya, yakni pengelolaan perikanan tangkap, perikanan budidaya, serta pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Pada perikanan tangkap, dinas berfokus menjaga kelestarian ekosistem perairan umum darat melalui kegiatan pelepasan kembali benih ikan (restocking).
Tahun ini, Dinas KPP telah menebar benih ikan tawes lokal di perairan umum Desa Jatikalen (Kecamatan Jatikalen) dan Desa Oro-Oro Ombo (Kecamatan Ngetos), lengkap dengan bantuan sarana pengawasan seperti jaring waring, senter sorot, dan jaring trammel net. Upaya ini bertujuan menjaga populasi ikan agar dapat dimanfaatkan nelayan darat secara berkelanjutan.
Penyuluh Perikanan Bambang menjelaskan bahwa potensi budidaya air tawar Nganjuk paling kuat berada di wilayah timur, seperti Tanjunganom, Baron, Prambon, Lengkong, dan Kertosono, karena limpahan pasokan air dari aliran Sungai Brantas. Di tengah tantangan cuaca ekstrem kemarau dengan fluktuasi suhu harian di atas 5 derajat Celsius, pembudidaya diingatkan untuk cermat menjaga mutu air dan tidak memaksakan pemberian pakan secara berlebihan agar benih tidak stres.
Menanggapi kendala utama pembudidaya terkait mahalnya pakan pabrikan yang menyerap 70 persen biaya operasional, para narasumber berbagi kiat efisiensi teknis. Pembudidaya diimbau membibis pakan menggunakan probiotik guna memaksimalkan penyerapan protein menjadi daging, memanfaatkan pakan nabati alami seperti Azolla, serta melirik peluang olahan pascapanen (ikan beku termarinasi, nuget, dan sosis) demi menjaga nilai jual.
Terkait permodalan kelompok, Suwelo mengungkapkan bahwa dinas menyalurkan bantuan stimulan sarana budidaya lele di Desa Jatikalen dan Desa Sanggrahan (Prambon), serta bersinergi dengan Bappeda melalui program Petik Oin Bermartabat untuk pengadaan kolam terpal bulat di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Loceret. Bagi pemula atau generasi muda yang ingin mendalami ilmu perikanan, dinas membuka pintu seluas-luasnya untuk belajar langsung di UPTD Perikanan Budidaya Warujayeng.
Menutup perbincangan, Dinas KPP mengumumkan rencana gelaran kontes ikan lele dan gurami terberat (abot-abotan) pada Oktober–November mendatang untuk menyemangati 134 kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) se-Nganjuk. Seluruh pelaku perikanan diajak terus menerapkan prinsip Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) guna menjamin pasokan pangan bergizi, aman, dan berkualitas bagi masyarakat luas.