#

Pemkab Nganjuk Salurkan 100 Ton Benih Kedelai dan 20 Unit TR2 Rotari

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus memperkuat fondasi sektor pertanian melalui penyaluran bantuan 100 ton benih kedelai dan 20 unit alat mesin pertanian (alsintan) jenis Traktor Roda Dua (TR2) Rotari kepada kelompok tani. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Kamis (9/4/2026) ini menjadi bagian dari strategi komprehensif dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan daya saing pertanian daerah.

Bantuan benih kedelai tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan lahan seluas kurang lebih 2.200 hektare yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Wilangan, Bagor, dan Rejoso. Sementara itu, distribusi 20 unit TR2 Rotari diarahkan untuk mempercepat mekanisasi pertanian, terutama dalam proses pengolahan lahan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan tenaga kerja dan efisiensi waktu.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari intervensi kebijakan yang dirancang secara sistematis, tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga untuk membangun sistem pertanian yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini memiliki makna strategis karena tidak hanya sebatas penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mendukung program swasembada pangan nasional, khususnya komoditas kedelai. Kami memastikan bantuan ini tepat sasaran dan memberikan dampak nyata di lapangan,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan dalam program ini bersifat terintegrasi, mencakup penyediaan sarana produksi, peningkatan kapasitas petani, hingga penguatan sistem pengawasan melalui monitoring dan evaluasi berkala. Selain itu, petani juga mendapatkan pendampingan teknis secara langsung, mulai dari tahap pengolahan lahan, penanaman, hingga pascapanen.

“Pendampingan ini penting agar petani tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mengoptimalkan penggunaannya sehingga produktivitas meningkat dan biaya produksi dapat ditekan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ida menyampaikan bahwa keberadaan TR2 Rotari diharapkan mampu mengubah pola kerja pertanian menjadi lebih modern dan efisien. Dengan mekanisasi yang lebih baik, waktu pengolahan lahan dapat dipersingkat, sehingga siklus tanam menjadi lebih cepat dan intensitas tanam dapat ditingkatkan.

Di sisi lain, pengembangan komoditas kedelai juga menjadi fokus utama mengingat tingginya kebutuhan pasar domestik yang selama ini masih bergantung pada impor. Dengan peningkatan produksi lokal, diharapkan ketergantungan tersebut dapat dikurangi secara bertahap.

Program ini juga menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan TNI Angkatan Laut dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kolaborasi tersebut tidak hanya mempercepat implementasi program, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan efektivitasnya di tingkat lapangan.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, dilakukan pula peninjauan langsung ke lokasi pengembangan kedelai di Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan serta percepatan realisasi program agar manfaat bantuan dapat segera dirasakan oleh petani.

Dengan dukungan sarana produksi yang memadai, pendampingan yang intensif, serta sinergi kelembagaan yang kuat, Pemerintah Kabupaten Nganjuk optimistis mampu meningkatkan produktivitas kedelai sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung pangan strategis di Jawa Timur.