#

Gerak Cepat! Bupati Nganjuk Tinjau Jalan Rusak di Ngronggot, Targetkan Perbaikan Tuntas Bulan Depan

Nganjuk, PING – Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menunjukkan langkah nyata dalam merespons keluhan masyarakat. Pasca aksi protes warga Desa Tempel, Kecamatan Ngronggot, yang menanam pohon pisang di jalan rusak hingga viral, orang nomor satu di Kabupaten Nganjuk ini langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Rabu (08/04/2026).

Didampingi Tim Teknis Dinas PUPR, Camat Ngronggot, dan tokoh masyarakat setempat, Kang Marhaensapaan akrabnya meninjau langsung titik kerusakan. Berdasarkan data lapangan, total jalan yang akan diperbaiki mencapai 900 meter, terbagi atas 400 meter di sisi timur dan 500 meter di sisi utara.

Kang Marhaen menegaskan bahwa perbaikan kali ini tidak akan dilakukan setengah-setengah. Ia telah menginstruksikan Dinas PUPR untuk membangun infrastruktur secara menyeluruh guna mencegah kerusakan berulang.

"Saya sudah instruksikan Dinas PUPR untuk segera mengeksekusi. Tidak hanya jalan, saya minta dibangun juga saluran drainase yang menuju ke arah sungai. Jadi jalannya bagus, pembuangan airnya juga lancar," tegas Kang Marhaen di sela peninjauan.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk berkomitmen melakukan percepatan melalui skema pengerjaan yang terukur. Esti Lesthari, Teknis Jalan dan Jembatan Ahli Muda Dinas PUPR Nganjuk, memberikan rincian waktu pengerjaan yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Pihaknya berkomitmen melakukan percepatan agar mobilitas warga kembali lancar.

"Untuk tahap perencanaan teknis membutuhkan waktu kurang lebih 10 hari, proses di e - katalog 7 hari sedangkan untuk tahap eksekusi fisik atau pengaspalan di lapangan kami targetkan selesai kurang lebih dalam 4 hari," ungkapnya.

Dengan skema tersebut, Bupati Marhaen optimis mobilitas warga akan kembali normal dalam waktu dekat. "Intinya, kita targetkan bulan depan semua sudah jadi. Kami mohon doa dan dukungan warga agar proses pengerjaan berjalan lancar tanpa kendala," tambahnya.

Kehadiran langsung Bupati di lokasi terbukti efektif meredam tensi warga. Pohon pisang yang sebelumnya memenuhi badan jalan sebagai bentuk protes kini telah disingkirkan. Masyarakat Desa Tempel kini menaruh harapan besar pada janji pemerintah daerah untuk mewujudkan akses jalan yang lebih layak dan aman.

Langkah taktis ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam mengedepankan komunikasi dua arah dan percepatan pembangunan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat.