Semarak Hari Jadi Nganjuk 1089 Gaungkan Semangat Harmoni dan Kesejahteraan
- 02-04-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama BPJS Ketenagakerjaan dan Cabang Dinas Pendidikan wilayah setempat memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan bagi siswa-siswi yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang di industri. Langkah ini diambil mengingat tingginya risiko kecelakaan kerja yang mungkin dihadapi siswa saat bersinggungan langsung dengan dunia industri dan alat-alat berat.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan, M. Ardiyanto, S.Pd, MM, pada Sosialisasi Manfaat dan Kewajiban Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, di Frontone Hotel, Kamias (02/04/2026) menekankan bahwa perlindungan ini merupakan hal yang sangat krusial karena menyangkut nasib masa depan generasi muda.

"Ini adalah kegiatan yang sangat penting karena menyangkut nasib putra-putri kita, murid-murid kita. Bagaimana kemudian kita ikut hadir menjaga keselamatan anak-anak kita, khususnya ketika melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan," ujarnya.
Ardiyanto menekankan bahwa PKL menjadi Mapel atau Mata Pelajaran. Selain materi harus dipersiapkan, tersedianya alat evaluasi, tersedianya alat evaluasi, dilakukan assesment, serta tersedianya bukti capaian PKL.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nganjuk, Tri Boeana Widayanti, pada kegitan yang dihadiri oleh Kepala Sekolah SMK se Kabupaten Nganjuk ini, menjelaskan bahwa siswa magang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial. Risiko di industri, terutama yang menggunakan alat berat, tidak bisa disepelekan.
Perlindungan ini mencakup seluruh masa selama siswa melaksanakan program magang, sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, siswa dan keluarga sudah memiliki jaminan perlindungan yang pasti.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, turut memberikan imbauan kepada seluruh pihak terkait agar tidak ragu dalam mendaftarkan para siswa ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, hal ini adalah bentuk investasi keamanan bagi para pekerja muda.

"Kembali lagi ke BPJS Ketenagakerjaan, monggo, memang ini juga untuk panjenengan (anda) juga aman. Ini kan asuransi perlindungan," pungkas Bupati.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan para siswa dapat fokus menyerap ilmu di tempat magang tanpa rasa cemas, sekaligus memberikan ketenangan pikiran bagi orang tua dan pihak sekolah.