Tanggul Jalan di Sawahan Longsor, BPBD Nganjuk Tetapkan Status Potensi Darurat
- 29-04-2026
Nganjuk, PING- Suasana penuh khidmat sekaligus semarak menyelimuti Desa Gejagan, Kecamatan Loceret, pada hari ini, Kamis (30/4). Warga setempat bergotong royong menggelar puncak acara tradisi Bersih Desa atau Nyadran, sebuah warisan kearifan lokal yang sarat akan nilai spiritual, pelestarian budaya, dan kerukunan warga.
Sejak pagi, masyarakat secara serentak memulai rangkaian prosesi sakral di Punden Makam Mbah Iroboyo, sosok yang diyakini sebagai leluhur dan babat alas Desa Gejagan. Warga menggelar kirab dengan membawa ambeng (berkat) berisi hasil bumi sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesehatan dan panen yang melimpah. Di lokasi ini, acara diisi dengan selamatan dan doa bersama yang berlangsung khusyuk.
Setelah prosesi spiritual di makam selesai, kemeriahan langsung dilanjutkan di Balai Desa Gejagan. Halaman balai desa disulap menjadi panggung pesta rakyat yang menampilkan hiburan kesenian tradisional untuk dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Desa Gejagan, Dedy Nawan, yang memimpin langsung jalannya acara, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme warga yang hadir hari ini. Beliau juga memaparkan rangkaian kegiatan Nyadran yang telah dimulai sejak hari sebelumnya.
"Alhamdulillah, rangkaian acara Nyadran tahun ini berjalan lancar. Kegiatan sudah kita mulai sejak hari Rabu kemarin dengan khotmil Quran di Punden Mbah Iroboyo. Hari ini, Kamis Wage kita awali dengan kegiatan spiritual di makam dan dilanjutkan dengan perayaan budaya di Balai Desa Gejagan, puncaknya akan dilaksanakan kirab pada hari Minggu. Ini adalah momen kita bersyukur kepada Sang Pencipta sekaligus menghormati leluhur desa. Saya bangga melihat warga Gejagan tetap kompak dan guyub rukun. Semoga keberkahan, keselamatan, dan rezeki yang melimpah senantiasa menyertai desa kita," ungkap Dedy Nawan.
Turut hadir meninjau langsung pelaksanaan kegiatan pada hari ini, Camat Loceret, Sukirno, S.Sos. Beliau menyampaikan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk terhadap inisiatif desa dalam merawat tradisi.

"Kami dari jajaran Forkopimcam Loceret mewakili Pemkab Nganjuk sangat mengapresiasi konsistensi Desa Gejagan. Pelaksanaan yang terpusat dengan rapi hari ini, mulai dari doa di makam hingga pentas seni di balai desa, menunjukkan bagaimana budaya dan agama bisa berjalan beriringan. Tradisi seperti ini adalah pondasi penting untuk menjaga keguyuban dan memutar roda ekonomi kerakyatan di tingkat desa," tutur Sukirno.
Dengan digelarnya puncak acara pada hari ini, Pemkab Nganjuk berharap tradisi Bersih Desa di Gejagan dapat terus menjadi agenda budaya unggulan yang tidak hanya menguatkan identitas daerah, tetapi juga menarik minat generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan budaya leluhur.