#

Dari Nganjuk untuk Generasi Masa Depan: Kang Marhaen Gaungkan Semangat Literasi di Hari Jadi ke-1089

Nganjuk, PING – Peringatan Hari Jadi ke-1089 Nganjuk tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Di momentum ini, semangat membangun generasi masa depan kembali ditegaskan melalui gerakan literasi yang menyentuh langsung dunia pendidikan.

Bertempat di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah, Pemerintah Kabupaten Nganjuk secara resmi meluncurkan Gerakan Budaya Gemar Membaca. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya konkret untuk menumbuhkan kecintaan terhadap buku sejak usia dini, sekaligus memperkuat fondasi karakter generasi muda.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 23 hingga 25 April 2026, dengan rangkaian acara edukatif dan kompetitif yang melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, yang akrab disapa Kang Marhaen, hadir langsung membuka kegiatan tersebut. Turut mendampingi Bunda Literasi sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, S. Wahyuni Marhen, Ketua GOW Nganjuk, dr. Widhi Nastiti Trihandy, serta Ketua DWP Kabupaten Nganjuk Iit Herlina Nur Solekan. Turut hadir pula para tenaga pendidik, serta sejumlah juri lomba tingkat nasional dan Jawa Timur yang turut memeriahkan acara.

Dalam sambutannya, Kang Marhaen menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak bisa dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter yang kuat.

Ia menyoroti pentingnya disiplin dan kejujuran sebagai nilai dasar yang harus ditanamkan sejak dini. Belajar dari negara-negara maju, kebiasaan baik tersebut dibangun melalui rutinitas sederhana namun konsisten.

“Membaca itu perlu dibiasakan, perlu dicontohkan. Peran orang tua dan guru sangat penting. Tidak perlu lama, cukup 15 menit sebelum pelajaran dimulai, anak-anak diajak membaca bersama,” ujarnya di hadapan peserta yang tampak antusias.

Tak hanya literasi membaca, Kang Marhaen juga mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi. Ia menekankan bahwa kecanggihan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis.

Menurutnya, masyarakat saat ini harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia mengibaratkan perubahan zaman dengan ungkapan yang sederhana namun mengena: jika dulu “mulutmu harimaumu”, kini “jarimu adalah harimaumu”.

Karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya pelajar, untuk membiasakan diri menyaring informasi sebelum membagikannya. “Jangan mudah percaya. Pastikan dulu kebenarannya, baru dibagikan,” pesannya.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip terus mendorong pengembangan fasilitas literasi hingga ke pelosok desa. Pojok-pojok baca diharapkan dapat menjadi ruang tumbuh bagi minat baca anak-anak, mulai dari tingkat TK hingga SMP.

Suasana kegiatan pun semakin hidup dengan digelarnya berbagai lomba, seperti lomba resensi buku dan lomba bertutur. Ajang ini menjadi ruang ekspresi bagi anak-anak yang memiliki minat dan bakat di bidang literasi.

Melalui gerakan ini, harapan besar disematkan agar Nganjuk tidak hanya dikenal sebagai daerah yang berkembang, tetapi juga sebagai daerah yang melahirkan generasi cerdas, kritis, dan berkarakter kuat. Di usia ke-1089, semangat itu kembali diteguhkan bahwa masa depan dimulai dari kebiasaan kecil hari ini yaitu membaca. (AI/CS)