Atasi Stunting, Ketua TP PKK Nganjuk Luncurkan Program Ternak Ayam Berbasis Kelompok di Rejoso
- 09-06-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah pusat melalui Kantor Staf Presiden (KSP) terus mengawal percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk. Hal itu ditegaskan dalam kunjungan Staf Khusus KSP, Timothy Ivan Triyono, Kamis (23/4/2026), guna memastikan proyek strategis nasional tersebut berjalan sesuai target.
Dalam kunjungan tersebut, Timothy didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinsos PPPA, Kasatpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Kepala BPKAD, Camat Gondang, dan lainnya.
Kunjungan ini difokuskan pada monitoring dan evaluasi progres pembangunan yang dinilai masih perlu percepatan. Berdasarkan hasil peninjauan, capaian pembangunan Sekolah Rakyat di Nganjuk per 23 April 2026 baru mencapai sekitar 24 persen. Angka ini masih di bawah target yang telah ditetapkan pemerintah.

Timothy menegaskan bahwa proyek Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program strategis nasional yang harus selesai tepat waktu agar bisa digunakan pada tahun ajaran baru.
“Kami dari Kantor Staf Presiden memiliki tugas melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program-program nasional, salah satunya pembangunan Sekolah Rakyat permanen ini yang ditargetkan bisa beroperasi pada 20 Juni 2026 dan digunakan untuk tahun ajaran baru,” ujarnya.
Informasi dari lapangan juga menunjukkan bahwa target progres dipacu meningkat hingga sekitar 50 persen pada awal Mei. Bahkan secara nasional, rata-rata pembangunan Sekolah Rakyat telah berada di kisaran 28 persen, dengan beberapa daerah mencapai 30–40 persen dan tertinggi di Medan mencapai lebih dari 50 persen.
Dalam kesempatan tersebut, Timothy juga mengungkapkan bahwa pada tahap awal proyek sempat menghadapi sejumlah kendala teknis yang menyebabkan keterlambatan. Namun saat ini, fase kritis tersebut telah dilalui dan fokus beralih pada percepatan penyelesaian.

“Memang di awal ada beberapa dinamika yang menyebabkan keterlambatan, tapi kami optimistis seluruh pemangku kepentingan bisa bekerja keras untuk merampungkannya,” katanya.
Sebagai langkah konkret, KSP mendorong optimalisasi jumlah tenaga kerja. Saat ini tercatat sekitar 594 pekerja di lapangan, dengan rencana peningkatan hingga 745 orang pada Mei mendatang. Namun KSP menginginkan percepatan mobilisasi tenaga kerja agar tidak ada area pekerjaan yang kosong.
“Jumlah tenaga kerja tertinggi yang akan dimobilisir ke sini disampaikan 745 orang pada Mei. Tapi kami menyarankan agar angka itu bisa dioptimalkan lebih cepat, supaya pekerjaan berjalan paralel dan lebih efektif,” jelasnya.
Bahkan, KSP juga merekomendasikan penambahan tenaga kerja secara signifikan hingga mendekati 1.000 orang guna mempercepat waktu pengerjaan proyek.
“Semakin banyak orang yang kerja maka waktu pengerjaan akan lebih efektif. Kami menyarankan penambahan tenaga kerja agar target bisa tercapai,” imbuh Timothy.

Selain itu, proyek Sekolah Rakyat di Nganjuk diketahui berdiri di atas lahan sekitar 5,8 hektare dengan berbagai fasilitas pendidikan terpadu yang tengah dibangun secara bertahap.
Timothy juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam menyukseskan proyek ini, mengingat manfaatnya akan dirasakan langsung oleh generasi muda.
“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat, khususnya di Nganjuk, agar pembangunan ini berjalan lancar dan bisa segera dimanfaatkan,” pungkasnya.
Dengan penguatan pengawasan, penambahan tenaga kerja, serta sinergi lintas sektor, pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Nganjuk diharapkan mampu mencapai target operasional pada Juni 2026 dan menjadi tonggak pemerataan akses pendidikan berkualitas di daerah.