#

Atasi Stunting, Ketua TP PKK Nganjuk Luncurkan Program Ternak Ayam Berbasis Kelompok di Rejoso

Nganjuk, PING-Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Nganjuk meluncurkan program perdana bantuan kandang ayam petelur produktif berbasis kelompok di Kantor Kecamatan Rejoso, Senin (8/6/2026).

Program yang merupakan hasil kolaborasi antara TP PKK Kabupaten Nganjuk dan BAZNAS Kabupaten Nganjuk ini menjadi salah satu upaya nyata dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di wilayah pedesaan.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada kelompok masyarakat dari 10 desa sasaran di Kecamatan Rejoso. Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh sumber pangan bergizi yang berkelanjutan, khususnya dari hasil produksi telur ayam petelur.

Dalam arahannya, Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk menegaskan bahwa hasil produksi telur nantinya akan dikelola secara terpadu oleh kader PKK melalui Kelompok Kerja (Pokja) III. Telur yang dihasilkan akan didistribusikan kepada kelompok rentan, seperti balita stunting, ibu hamil, ibu menyusui, dan lanjut usia (lansia), sejalan dengan gerakan inovasi “Gemah Sibatur” yang telah berjalan di Kecamatan Rejoso.

“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan ketersediaan pangan bergizi, tetapi juga menjadi bentuk intervensi langsung untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ayam petelur memerlukan perawatan khusus agar produktivitasnya tetap terjaga. Menurutnya, faktor stres pada ayam dapat berdampak langsung terhadap produksi telur sehingga diperlukan pendampingan dan pengelolaan yang baik.

“Ayam petelur ini memerlukan perlakuan khusus karena mudah mengalami stres yang dapat memengaruhi produktivitasnya. Oleh sebab itu, manfaatkan pendampingan teknis dari Dinas Peternakan serta asistensi dari SMK Negeri 1 Gondang secara maksimal agar program ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dunia pendidikan, dan masyarakat, program ternak ayam petelur berbasis kelompok ini diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya mendukung pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga serta memperkuat upaya percepatan penanganan stunting di Kabupaten Nganjuk.