DPUPR Nganjuk Gelar Sertifikasi SKK Konstruksi, Dorong Peningkatan Kompetensi SDM Sipil & Pelaksana
- 29-04-2026
Nganjuk, PING — Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang disertai angin kencang melanda sebagian wilayah Kabupaten Nganjuk pada Minggu (26/04/2026) sore. Fenomena ini menjadi bagian dari dinamika cuaca peralihan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti pohon tumbang dan gangguan infrastruktur.
Akibat kondisi tersebut, dilaporkan dua kejadian pohon tumbang di lokasi berbeda. Titik pertama berada di Jalan Barito No. 80, Lingkungan Keringan, Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan Nganjuk. Sementara kejadian kedua terjadi di Desa Tiripan, Kecamatan Berbek. Kedua peristiwa ini sempat menghambat arus lalu lintas dan mobilitas warga karena badan jalan tertutup batang dan ranting pohon.
Laporan kejadian diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk pada pukul 17.26 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BPBD langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan assessment awal, memastikan kondisi lapangan, serta melakukan koordinasi dengan unsur terkait, termasuk aparat setempat dan masyarakat.
Proses evakuasi dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel BPBD, relawan, serta partisipasi aktif warga sekitar. Dengan menggunakan peralatan pemotong dan evakuasi, petugas berhasil menyingkirkan material pohon dari badan jalan sehingga akses kembali normal.
Penanganan di lokasi pertama, yakni di Lingkungan Keringan, berhasil diselesaikan pada pukul 18.00 WIB. Selanjutnya, tim melanjutkan penanganan di Desa Tiripan yang rampung pada pukul 18.27 WIB. Secara keseluruhan, proses penanganan berjalan lancar, cepat, dan tanpa kendala berarti.
Dalam kejadian ini, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan. Hal ini menunjukkan efektivitas respon cepat tim di lapangan serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam melaporkan kejadian darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, menyampaikan bahwa pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan pohon tumbang, kerusakan ringan, hingga gangguan aktivitas. Jika menemukan potensi bahaya, segera laporkan agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sutomo juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mitigasi bencana, seperti melakukan pemangkasan pohon yang rawan tumbang di sekitar permukiman serta menjaga lingkungan agar tetap aman.
BPBD Kabupaten Nganjuk akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan memperkuat koordinasi dengan instansi terkait guna meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat di tengah kondisi cuaca yang dinamis.