Penuh Haru dan Doa, Bupati Marhaen Djumadi Berangkatkan 210 Jemaah Haji Kloter 112 Kabupaten Nganjuk
- 21-05-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) resmi membuka gelaran Job Fair dan Edu Fair tahun 2026. Acara yang menjadi puncak dari rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) ini dibuka langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, dengan didampingi oleh Wakil Bupati Nganjuk di Gedung Olahraga (GOR) Bung Karno, Nganjuk, pada Kamis (21/05/2026).
Pembukaan acara ditandai secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Bupati Marhaen Djumadi. Prosesi ini disaksikan langsung oleh jajaran Forkopimda Nganjuk, di antaranya Ketua Pengadilan Negeri Nganjuk dan perwakilan dari Polres serta Kodim 0810/Nganjuk. Turut hadir pula Sekretaris Daerah, Inspektur, para Asisten, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Disnakertrans Provinsi Jawa Timur, serta pimpinan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.
Gelaran Job Fair ini berlangsung selama dua hari, yakni Kamis dan Jumat, 21–22 Mei 2026, dengan melibatkan 51 perusahaan terkemuka.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Job Fair dan Edu Fair ini. Menurutnya, agenda ini menjadi stimulus penting untuk merangsang warga Nganjuk yang belum bekerja agar segera mendapatkan penghidupan yang layak.

"Hari ini dalam rangkaian Hari Buruh Internasional, kita mengadakan agenda Job Fair dan Edu Fair. Bagi warga Nganjuk, ini adalah stimulan, memberikan rangsangan kepada warga yang belum bekerja untuk bisa mendaftar. Kita sediakan lebih dari 4.000 lowongan pekerjaan. Saya yakin yang hadir hari ini tidak sampai 1.000 orang, sehingga insyaallah yang datang ke sini pulang sudah bisa diterima semua," ujar Kang Marhaen optimis.
Kang Marhaen juga menekankan bahwa selain event fisik ini, Pemkab Nganjuk telah menyediakan fitur lowongan pekerjaan secara berkelanjutan melalui aplikasi Nganjuk Smart City (NSC). Ia juga mendorong para pencari kerja untuk tidak ragu mengambil peluang kerja di tingkat regional, nasional, bahkan internasional melalui program pelatihan resmi yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Di sisi lain, kehadiran Edu Fair di lokasi yang sama juga ditujukan bagi para lulusan sekolah yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), maupun sekolah kedinasan.
"Alhamdulillah, tiap tahun angka kemiskinan dan pengangguran di Nganjuk terus berkurang karena pemerintah selalu hadir memberikan fasilitasi seperti ini. Pemerintah daerah memberikan ruang:yang ingin kuliah silakan, yang ingin kerja juga silakan," imbuh Kang Marhaen sebelum secara resmi membuka acara.

Sementara itu, dalam laporannya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Nganjuk, Itsna Shofiani, menyampaikan bahwa Job Fair kali ini mencatatkan jumlah lowongan kerja terbesar yang pernah diselenggarakan di Kabupaten Nganjuk.
"Terdaftar ada 51 perusahaan yang berpartisipasi dengan total lowongan pekerjaan mencapai 4.496 formasi. Ini merupakan lowongan terbesar sepanjang kami menghadiri Job Fair di kabupaten sekitar. Perusahaan yang terlibat terdiri dari 29 perusahaan besar, 10 perusahaan menengah, 8 perusahaan kecil, dan 4 perusahaan mikro," papar Itsna.
Itsna juga merinci bahwa dari total formasi tersebut, sebanyak 3.420 lowongan diperuntukkan bagi tenaga kerja perempuan. Selain menyediakan info lowongan, Disnaker Nganjuk bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bukti awal kondisi fisik pencari kerja. Disnaker juga memfasilitasi pembuatan Kartu Pencari Kerja (AK-1) atau Kartu Kuning secara gratis di lokasi.

Lebih lanjut, Itsna melaporkan bahwa salah satu perusahaan baru di Nganjuk, PT Sumindo Karya Abadi, langsung mengadakan walk-in interview untuk merekrut karyawan baru secara bertahap yang operasional maksimalnya ditargetkan pada bulan Juni dan Juli mendatang.
Guna memperluas jangkauan informasi, Disnaker Nganjuk juga aktif melakukan siaran langsung melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram. Upaya digitalisasi ini terbukti efektif menekan angka kasus penipuan lowongan kerja yang bermodus pemungutan biaya.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, perusahaan, serikat pekerja, serta aparat TNI/Polri yang menjaga kondusivitas keamanan, pembukaan Job Fair Nganjuk 2026 ini berjalan dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari ribuan pencari kerja lokal.