Pra-MPLS Sekolah Rakyat Dimulai, Bupati Nganjuk: Jangan Kubur Mimpi Anak karena Kemiskinan
- 24-07-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus bergerak maju dalam merevitalisasi sektor perkebunan demi mendongkrak produktivitas komoditas lokal. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan Tanam Perdana Program Bongkar Ratoon Tebu yang digelar di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu (23/5/2026).
Acara ini dilaksanakan secara serentak dan terhubung secara daring (dalam jaringan) langsung dengan Gubernur Jawa Timur. Program nasional ini merupakan bagian dari upaya masif pemerintah dalam meningkatkan produktivitas tebu serta memperkuat pilar ketahanan pangan, khususnya swasembada gula nasional.
Kegiatan krusial ini dihadiri oleh berbagai elemen kunci pertanian. Tampak hadir di lokasi, Kepala Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Nganjuk didampingi oleh Sekretaris Dinas, jajaran Kepala Bidang, serta Ketua Tim Kerja (Katimker) Kabupaten Nganjuk.

Tak hanya dari unsur dinas, sinergi lintas sektor juga terlihat kuat dengan kehadiran perwakilan Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR), General Manager Pabrik Gula (PG) Lestari, Camat Kertosono beserta jajaran Forkopimcam, penyuluh pertanian, serta puluhan petani tebu setempat yang antusias mengikuti jalannya program.
Program bongkar ratoon (demolition ratoon) sendiri merupakan langkah pembongkaran tanaman tebu lama yang sudah menurun produktivitasnya akibat dikepras berulang kali, untuk kemudian diganti dengan bibit baru yang lebih unggul dan sehat. Langkah ini dinilai menjadi solusi jangka panjang yang sangat strategis.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremonial, melainkan intervensi nyata pemerintah untuk memutus rantai penurunan kualitas tebu di tingkat petani.

"Bongkar ratoon ini adalah kunci utama revitalisasi pertanian tebu kita. Banyak lahan tebu di Nganjuk yang produktivitasnya menurun karena tanaman sudah terlalu tua. Dengan bibit baru yang lebih segar dan unggul, kita tidak hanya menargetkan peningkatan tonase hasil produksi dan kualitas rendemen saat panen, tetapi tujuan akhirnya adalah mendongkrak kesejahteraan para petani tebu di Kabupaten Nganjuk secara nyata," ujar Ida Shobihatin di sela-sela kegiatan.
Ida juga menambahkan bahwa kesuksesan program ini sangat bergantung pada pengawalan para penyuluh di lapangan agar SOP penanaman pasca-bongkar ratoon berjalan optimal.
Melalui momentum tanam perdana ini, diharapkan sinergi dan kolaborasi yang solid antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemkab Nganjuk, pihak pabrik gula selaku offtaker, asosiasi, dan petani dapat terus terjaga.
Hubungan kerja sama yang harmonis ini menjadi modal utama dalam memperkuat sektor pertanian di Kota Angin, demi mewujudkan visi pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.