Cetak Hattrick Prestasi! Nganjuk Sukses Pertahankan Predikat WTP Ke-9 Kalinya
- 29-05-2026
Nganjuk, PING– Kebanggaan tersendiri dirasakan oleh warga Kabupaten Nganjuk, khususnya bagi Jovan Pratama (20), seorang peternak muda asal Dusun Tegal Rejo, Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo. Pasalnya, sapi kesayangannya yang diberi nama "Si Tole" terpilih menjadi hewan kurban Bantuan Presiden (Banpres) Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini.
Si Tole bukanlah sapi sembarangan. Sapi jantan berjenis Limosin ini memiliki postur raksasa dengan bobot mencapai 1.060 kilogram atau 1,060 ton. Berkat ketekunan Jovan yang merawatnya di Jin Chuan Farm sejak usia 1,5 tahun, sapi yang kini genap berusia 2,5 tahun tersebut berhasil dibeli oleh pihak Kepresidenan dengan harga Rp 122.000.000.
Sebelum sah menjadi sapi kurban RI 1, Si Tole telah melewati serangkaian proses seleksi dan pemeriksaan kesehatan yang sangat ketat. Pemantauan dilakukan secara intensif oleh Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nganjuk, hingga tim internal kepresidenan untuk memastikan sapi bebas dari penyakit dan memenuhi seluruh kelayakan syariat Islam.

Di balik badannya yang gagah dan berotot, Si Tole ternyata memiliki sisi unik yang sempat viral. Jovan mengungkapkan bahwa sapinya tersebut memiliki karakter yang sangat manja. Si Tole kerap menggosokkan kepalanya ke tubuh Jovan dan memiliki kebiasaan unik saat makan. Sapi raksasa ini dikabarkan kerap merajuk dan enggan menyantap pakan comboran apabila ember makanannya tidak dipegangi langsung oleh sang pemilik.
Tepat pada Selasa (26/5/2026), Si Tole secara resmi diserahkan kepada masyarakat. Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, yang sebelumnya telah meninjau langsung kondisi Si Tole di kandang Desa Bukur, memimpin langsung prosesi penyerahan sapi Banpres ini di Masjid Besar "Nurul Huda", Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom.
"Terpilihnya Si Tole sebagai Sapi Bantuan Presiden adalah sebuah kebanggaan besar bagi Kabupaten Nganjuk. Ini membuktikan bahwa peternak lokal kita, apalagi yang masih berusia sangat muda seperti Mas Jovan, mampu menghasilkan hewan ternak dengan kualitas premium yang diakui di tingkat nasional," ujar Kang Marhaen di sela-sela penyerahan.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap, prestasi dari peternakan Jin Chuan Farm ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi para peternak lain di Nganjuk untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas hewan ternaknya. Sementara itu, daging kurban dari Si Tole selanjutnya akan dikelola oleh panitia Masjid Besar Nurul Huda untuk didistribusikan kepada para mustahik di wilayah Warujayeng dan sekitarnya.