Dishub Nganjuk Kenalkan Beragam Layanan Publik, dari Angkutan Sekolah Gratis hingga Pengaduan PJU 24
- 23-07-2026
Nganjuk, PING – Bupati Nganjuk, Kang Marhaen, menegaskan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi masa depan. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Kegiatan Pendampingan bagi Komite Satuan Pendidikan PAUD untuk Pencegahan Perundungan, Kekerasan, dan Intoleransi yang digelar di Aula HOS Cokroaminoto Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Selasa (2/6/2026).
Dalam arahannya, Kang Marhaen menjelaskan bahwa masa anak-anak hingga usia sekitar 13–15 tahun merupakan periode emas perkembangan manusia yang sangat menentukan pembentukan karakter. Pada fase tersebut, berbagai pengalaman, nilai, dan kebiasaan yang diterima anak akan tersimpan dalam alam bawah sadar dan memengaruhi pola pikir maupun perilakunya di masa mendatang.
Karena itu, menurutnya, pendidikan anak tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara orang tua, guru, dan komite satuan pendidikan sebagai mitra strategis dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
“Usia dini adalah masa yang sangat penting. Apa yang diterima anak pada masa ini akan menjadi bagian dari pembentukan karakter mereka. Oleh karena itu, kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan komite pendidikan harus terus diperkuat,” ujar Kang Marhaen.

Bupati juga menyampaikan pentingnya penerapan metode pembelajaran yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Ia mencontohkan sistem pendidikan di Australia yang lebih mengedepankan konsep belajar sambil bermain (learning through play), sehingga anak dapat berkembang secara alami tanpa tekanan akademik yang berlebihan.
Menurutnya, pendekatan tersebut mampu menumbuhkan kreativitas, kemampuan bersosialisasi, keterampilan berkomunikasi, serta rasa percaya diri anak sejak dini. Sebaliknya, pendidikan anak usia dini di Indonesia masih kerap dihadapkan pada tuntutan akademik yang terlalu berat, padahal anak membutuhkan ruang yang lebih luas untuk bereksplorasi, berinteraksi, dan belajar melalui pengalaman yang menyenangkan.
Lebih lanjut, Kang Marhaen menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga harus mampu membangun keseimbangan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Ketiga unsur tersebut merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Pengetahuan dan keterampilan dapat dipelajari dalam waktu yang relatif singkat, tetapi membangun karakter dan sikap yang baik membutuhkan proses yang panjang. Karena itu, pendidikan PAUD harus menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini,” tegasnya.
Nilai-nilai seperti kepemimpinan, kerja sama, toleransi, tanggung jawab, disiplin, serta kemampuan menghargai perbedaan perlu diperkenalkan sejak usia dini melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang menyenangkan. Anak-anak juga perlu diberi kesempatan untuk belajar memimpin, bekerja dalam kelompok, menyampaikan pendapat, dan menghormati orang lain sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.
Selain itu, Kang Marhaen mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Ia menilai bahwa pola asuh yang tepat dan selaras dengan pendidikan di sekolah akan membantu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak secara optimal.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus mendorong penguatan program parenting agar para orang tua memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai cara mendampingi anak sesuai dengan tahapan perkembangannya. Dengan demikian, pendidikan karakter dapat berlangsung secara berkesinambungan, baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah.

Melalui kegiatan pendampingan ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap komite satuan pendidikan PAUD semakin mampu menjalankan perannya dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah anak, aman, inklusif, serta bebas dari perundungan, kekerasan, dan intoleransi.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 610 peserta tersebut berlangsung selama tujuh hari, mulai 2 hingga 8 Juni 2026. Para peserta berasal dari unsur komite satuan pendidikan PAUD se-Kabupaten Nganjuk yang memiliki peran penting sebagai mitra sekolah dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang berkualitas.
Melalui penguatan kapasitas komite satuan pendidikan, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin solid antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi Nganjuk yang berkarakter, berakhlak mulia, toleran, serta memiliki daya saing di masa depan.