#

Giat Pemberantasan Cukai Ilegal, Mas Handy: Kuasai Aturan Secara Mendalam dan Bertindak Sesuai Etika

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengambil langkah taktis dalam memerangi peredaran barang kena cukai ilegal yang merugikan keuangan negara dan daerah. Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemkab Nganjuk menggelar kegiatan "Peningkatan Kapasitas Pelaksana Kegiatan Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal" yang berlokasi di Hotel Sanggrahan pada Rabu (3/6/2026).

Agenda strategis ini diikuti oleh sedikitnya 75 personel yang terdiri dari seluruh jajaran pejabat hingga staf pelaksana Satpol PP Kabupaten Nganjuk. Pelatihan ini dirancang khusus sebagai ruang penyegaran teori (refresment) sekaligus pemutakhiran pemahaman regulasi terkini, mengingat modus operandi peredaran rokok dan barang kena cukai ilegal di lapangan terus berkembang.

Acara penting ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro. Dalam pidato arahannya, Mas Handy sapaan akrabnya, menyoroti dinamika sosial dan perkembangan zaman yang membawa tantangan baru bagi para penegak Peraturan Daerah (Perda). Di era keterbukaan informasi saat ini, Mas Handy mengingatkan bahwa batas antara tindakan yang dinilai baik dan kurang baik oleh publik menjadi sangat tipis.

Masyarakat modern saat ini dikenal jauh lebih kritis serta melek teknologi. Hal ini membuat setiap gerak-gerik aparat di lapangan selalu berada di bawah sorotan publik. Oleh sebab itu, transparansi dalam setiap tindakan penegakan hukum menjadi harga mati agar tidak memicu mispersepsi maupun potensi masalah hukum baru.

"Niat baik saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan komunikasi yang efektif di lapangan. Saya minta penindakan barang kena cukai ilegal ini dilakukan melalui kolaborasi dan sinergi yang kuat antarlini, namun tetap wajib menggunakan pendekatan yang humanis," tegas Mas Handy di hadapan puluhan personel Satpol PP.

Lebih lanjut, Mas Handy menginstruksikan agar seluruh personel tidak ragu untuk terus memperbarui isi kepala mereka dengan aturan-aturan hukum terbaru mengenai kepabeanan dan cukai.

"Kuasai aturan secara mendalam dan bertindaklah sesuai etika yang berlaku. Kita ingin tujuan pemberantasan ini tercapai secara efektif, namun tetap menjaga marwah instansi yang berintegritas," tambahnya.

Untuk memastikan para personel mendapatkan bekal ilmu yang komprehensif, komitmen peningkatan kapasitas ini tidak main-main. Pemkab Nganjuk menghadirkan jajaran narasumber ahli dan berkompeten langsung dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Kehadiran para ahli ini diharapkan mampu membedah secara rinci aspek teknis pengawasan, ciri-ciri fisik barang kena cukai ilegal, hingga tata cara penindakan yang sah secara hukum.

Hadir mendampingi Wakil Bupati dalam pembukaan acara tersebut, Kepala Satpol PP Kabupaten Nganjuk beserta seluruh jajaran strukturalnya. Melalui pembekalan intensif ini, personel Satpol PP Nganjuk diharapkan tidak hanya andal secara fisik saat melakukan operasi pasar, tetapi juga cerdas secara regulasi demi mengamankan penerimaan negara dari sektor cukai secara optimal.