Sektor Pertanian Sumbang 27 Persen PDRB Nganjuk, Bupati Marhaen Perkuat Sinergi dengan KODAERAL V
- 04-06-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak melalui berbagai program pencegahan dan penanganan perkawinan anak. Komitmen tersebut dipaparkan langsung oleh Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, saat mengikuti Presentasi Penilaian Kinerja Pencegahan Perkawinan Anak (PPA) Awards Tahap II Tahun 2026 secara daring yang berlangsung di Ruang Rapat Peringgitan Pemkab Nganjuk, Jumat (5/6/2026).
Dalam paparannya, Wabup Trihandy menegaskan bahwa pencegahan perkawinan anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, organisasi masyarakat, dunia usaha, hingga lembaga pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
"Terwujudnya Kabupaten Layak Anak merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan harus berjalan seiring dalam melindungi anak-anak dari berbagai risiko, termasuk perkawinan usia dini yang dapat berdampak pada kesehatan, pendidikan, maupun masa depan mereka," ujarnya.
Mas Handy, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa Pemkab Nganjuk telah memiliki fondasi regulasi yang kuat dalam mendukung upaya pencegahan perkawinan anak, di antaranya Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak, Peraturan Daerah tentang Perlindungan Perempuan dan Anak, serta berbagai keputusan kepala daerah yang mendukung perlindungan hak-hak anak.
Komitmen tersebut juga telah terintegrasi dalam dokumen pembangunan daerah melalui visi mewujudkan Kabupaten Nganjuk yang maju, sejahtera dan bermartabat, serta program unggulan daerah untuk menciptakan Kabupaten Nganjuk yang ramah anak dan responsif gender.
Sebagai bentuk implementasi nyata, Pemkab Nganjuk terus mengembangkan berbagai program edukasi dan pemberdayaan generasi muda melalui Forum Anak Jembatan Aspirasi (Fantasi), Duta Generasi Berencana (Genre), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Program-program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran remaja terkait kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, serta pentingnya melanjutkan pendidikan.
Selain itu, berbagai kegiatan sosialisasi juga terus digelar dengan menyasar guru BK, kepala KUA, modin, organisasi perempuan, TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, hingga masyarakat umum. Edukasi tersebut bertujuan membangun kesadaran kolektif mengenai dampak negatif perkawinan anak sekaligus memperkuat peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Dalam presentasi tersebut, Mas Handy juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor yang selama ini telah dibangun Pemkab Nganjuk bersama Pengadilan Agama, Kementerian Agama, Dinas Sosial PPPA, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, RSUD Nganjuk, psikolog, advokat, penyuluh agama, hingga penyuluh keluarga berencana. Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam bentuk edukasi, sosialisasi, pendampingan, rehabilitasi, serta pengawasan terhadap anak yang berisiko mengalami perkawinan dini.
Sebagai bentuk inovasi, Pemkab Nganjuk juga mengembangkan program “Pondasi Ibu 5 Pilar” yang dijalankan oleh Dinas Kesehatan. Inovasi ini tidak hanya berfokus pada penurunan angka kematian ibu dan bayi, tetapi juga mendukung pencegahan perkawinan anak melalui pendampingan calon pengantin dan konseling kesehatan reproduksi secara terpadu.
Menurut Mas Handy, seluruh program yang telah dijalankan selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, produktif, serta terbebas dari praktik perkawinan anak. Karena itu, monitoring dan evaluasi secara berkala terus dilakukan untuk memastikan setiap program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui ajang PPA Awards 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap berbagai upaya yang telah dilakukan dapat semakin memperkuat perlindungan terhadap anak sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berpihak pada kepentingan terbaik anak. Dengan sinergitas seluruh pihak, Kabupaten Nganjuk optimistis mampu mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan layak bagi tumbuh kembang generasi penerus bangsa.