Penuh Haru dan Doa, Bupati Marhaen Djumadi Berangkatkan 210 Jemaah Haji Kloter 112 Kabupaten Nganjuk
- 21-05-2026
Nganjuk, PING – Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 dimanfaatkan Bupati Nganjuk, Kang Marhaen, untuk mengajak seluruh elemen masyarakat meneladani semangat kebangkitan para pendiri bangsa. Salah satunya dengan terus mendukung visi pembangunan nasional dan daerah melalui program-program prioritas pemerintah.
Ajakan tersebut disampaikan Kang Marhaen saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Alun-alun Nganjuk, Rabu (20/5/2026).
Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk, Wakil Bupati Nganjuk, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, para asisten dan staf ahli bupati, perangkat daerah, unsur dunia pendidikan, pelaku usaha, BUMD, organisasi veteran, Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, Ketua GOW Nganjuk, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Dalam amanatnya, Kang Marhaen menekankan pentingnya menjaga persatuan dan nasionalisme sebagai fondasi utama dalam mengisi kemerdekaan. Ia mengulas sejarah lahirnya organisasi pergerakan nasional, mulai dari Sarekat Islam hingga berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908 yang menjadi tonggak kebangkitan bangsa Indonesia.
“Budi Utomo didirikan oleh para intelektual muda STOVIA dengan dr. Soetomo sebagai pendiri sekaligus ketua pertama. Beliau merupakan putra asli bumi Anjuk Ladang yang menjadi kebanggaan masyarakat Nganjuk,” ujar Kang Marhaen.

Ia juga menyebut sejumlah tokoh besar yang tergabung dalam pergerakan nasional seperti Ki Hajar Dewantara dan tokoh-tokoh lain yang memperjuangkan kemerdekaan melalui jalur intelektual. Menurutnya, perjuangan tersebut melahirkan kesadaran kolektif tentang pentingnya persatuan demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
“Tidak ada orang yang hebat sendirian. Dengan kebersamaan, tujuan besar akan tercapai. Inilah esensi Hari Kebangkitan Nasional, bagaimana kita belajar dari sejarah untuk membangun masa depan,” tegasnya.
Kang Marhaen juga mengajak masyarakat mendukung visi Presiden RI dalam pembangunan nasional melalui program Asta Cita, termasuk berbagai program prioritas nasional seperti ketahanan pangan, sekolah rakyat, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Ia mengapresiasi kekompakan masyarakat Nganjuk yang dinilai berhasil menyukseskan sejumlah agenda nasional dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya panen raya kedelai yang dihadiri Panglima TNI, jajaran kepala staf angkatan, Menteri Pertanian, hingga Ketua Komisi IV DPR RI.
“Alhamdulillah, kedelai Nganjuk mendapat apresiasi luar biasa dan kualitasnya tidak kalah dengan kedelai impor. Ini menjadi kebanggaan sekaligus berkah bagi para petani,” katanya.
Menurutnya, saat ini muncul fenomena positif di kalangan generasi muda Nganjuk yang mulai tertarik menjadi petani modern dan pengusaha di sektor pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain itu, Kang Marhaen juga menyinggung penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2025 lalu. Ia menyebut pencapaian tersebut sebagai kebanggaan masyarakat Nganjuk karena Marsinah berasal dari kalangan rakyat kecil.
“Alhamdulillah, Museum Marsinah juga telah diresmikan dan ke depan akan menjadi wisata edukasi bagi pelajar mulai tingkat TK, SD hingga SMP,” ujarnya.
Tak hanya itu, Nganjuk juga dipercaya menjadi lokasi peresmian nasional program KDMP dengan total 1.061 titik di seluruh Indonesia yang dihadiri sejumlah menteri kabinet.
Kang Marhaen menilai berbagai capaian tersebut menjadi bukti bahwa Nganjuk terus bergerak maju dan mendapat perhatian pemerintah pusat.
“Kalau dulu slogan kita Nganjuk Bangkit, sekarang Nganjuk harus melesat,” ucapnya disambut tepuk tangan peserta upacara.
Menutup amanatnya, Kang Marhaen berpesan kepada generasi muda agar memiliki mental tangguh, pantang menyerah, dan selalu bersemangat dalam meraih cita-cita.
“Jadilah anak-anak yang punya mental juara dan semangat sukses, baik di dunia maupun di akhirat,” pungkasnya.