Penuh Haru dan Doa, Bupati Marhaen Djumadi Berangkatkan 210 Jemaah Haji Kloter 112 Kabupaten Nganjuk
- 21-05-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA). Salah satunya melalui kegiatan Workshop Pelayanan Ramah Anak di Fasilitas Kesehatan yang digelar oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Nganjuk di Ruang Rapat Candi Lor, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Kepala Dinsos PPPA, Fasilitator KLA Provinsi Jawa Timur, jajaran tenaga kesehatan, perwakilan rumah sakit, puskesmas, klinik kesehatan, PKK, hingga peserta workshop lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan ramah anak, khususnya di fasilitas kesehatan. Menurutnya, keberadaan fasilitas dan layanan yang mendukung kenyamanan anak menjadi kebutuhan penting yang harus diwujudkan bersama.

“Pemerintah daerah terus berdaya dan berbenah agar Kabupaten Nganjuk bisa menjadi salah satu kabupaten layak anak dengan nilai yang terus meningkat setiap tahunnya. Namun yang paling penting bukan hanya penghargaan, melainkan bagaimana implementasinya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Mas Handy.
Ia juga mengungkapkan pengalaman pribadinya sebagai orang tua yang merasakan pentingnya fasilitas ramah anak di ruang publik maupun fasilitas kesehatan. Dengan adanya ruang bermain dan layanan yang nyaman bagi anak, orang tua akan merasa lebih tenang ketika berada di rumah sakit maupun tempat pelayanan publik lainnya.
Mas Handy meminta seluruh fasilitas kesehatan, baik rumah sakit, klinik, maupun puskesmas di Kabupaten Nganjuk untuk bersama-sama menghadirkan layanan yang aman dan nyaman bagi anak. Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus, terutama di lingkungan pelayanan kesehatan.
“Anak kecil sangat rentan terhadap virus maupun penyakit menular. Karena itu fasilitas kesehatan harus benar-benar memperhatikan aspek kenyamanan dan keamanan anak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mas Handy menekankan bahwa predikat Kabupaten Layak Anak tidak boleh hanya sebatas penilaian administratif semata, melainkan harus diwujudkan melalui sistem pelayanan dan budaya yang benar-benar berpihak kepada anak.

“Saya selalu sampaikan bahwa penghargaan itu bonus. Yang lebih penting adalah masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya dan pelayanan di lapangan memang sesuai dengan penilaian tersebut,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Mas Handy juga mendorong rumah sakit dan puskesmas yang telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar lebih inovatif dalam menghadirkan berbagai layanan ramah anak, tanpa harus menunggu proses birokrasi yang panjang, namun tetap sesuai aturan dan regulasi yang berlaku.
Workshop tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman serta sinergi antarinstansi dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang inklusif, aman, dan nyaman bagi anak, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Nganjuk yang benar-benar ramah anak, baik dari sisi sistem maupun implementasi di lapangan.