Tingkatkan Daya Saing IHT, Wabup Nganjuk Dorong Penguatan Manajemen Perusahaan
- 21-07-2026
Nganjuk, PING-Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan, khususnya komoditas telur dan daging di tingkat peternak. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui rapat koordinasi strategis bersama para pemangku kepentingan yang digelar Jumat (19/6/2026) di Ruang Rapat Aggregatum Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk.
Pertemuan tersebut menghadirkan unsur pemerintah daerah, petani, peternak, koperasi, serta pelaku usaha yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan ekonomi masyarakat. Rapat ini menjadi wadah untuk mencari solusi bersama agar hasil produksi peternak dan petani lokal dapat terserap secara optimal oleh pasar, baik melalui kerja sama dengan mitra usaha lokal maupun regional.
Kegiatan dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Nganjuk, Judi Ernanto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap potensi besar sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Nganjuk.
“Minimal teman-teman yang ada di sini, para petani dan peternak yang peduli, ke depannya hasil produksinya bisa terserap,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan para pelaku usaha lokal menjadi kekuatan penting dalam membangun ekosistem ekonomi daerah. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, produsen, dan pelaku usaha agar hasil produksi masyarakat memiliki pasar yang jelas.
Sementara itu, Ida Sohibatin menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan Pemkab Nganjuk sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pertanian dalam memperkuat sektor pangan.
“Kuncinya adalah apa yang kami lakukan hari ini harus sejalan dan selaras dengan arahan pemerintah pusat serta Kementerian Pertanian,” katanya.
Dalam forum tersebut, para peternak berharap kerja sama yang dibangun tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat berjalan secara berkelanjutan. Mereka berharap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPBG) maupun pihak swasta dapat menjadi mitra tetap dalam menyerap hasil produksi lokal.
Perwakilan petani bawang merah Nganjuk, Puji Santoso, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi peluang besar untuk mengoptimalkan potensi hasil pertanian dan peternakan daerah.
“Harapan kami adalah adanya kerja sama dengan petani dan peternak. Minimal SPBG ini bisa menyerap hasil panen petani. Intinya ini menjadi sarana bagi masing-masing pihak untuk memanfaatkan potensi yang ada di sini,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Ketua Koperasi Produsen Anjuk Ladang, Ahmad Zainudin. Ia berharap seluruh SPPG di Nganjuk dapat memanfaatkan produk lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
“Kami punya panenan hasil telur sekitar 14 sampai 15 ton per hari. Harapannya produk lokal Nganjuk bisa dimanfaatkan dan terserap,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak SPPG Nganjuk menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan petani dan peternak lokal. Koordinator SPPG Nganjuk, Anindita Nur Hidayah, menjelaskan bahwa pihaknya akan mendorong mitra-mitra SPPG agar dapat mengambil produk dari pelaku usaha lokal.
“Kami sebagai Kepala SPPG sangat bersyukur ketika ada komunitas lokal asli Nganjuk yang bisa kami serap hasilnya. Kemampuan kami adalah mendorong mitra untuk berbelanja di tempat-tempat tertentu. Nanti kami rekomendasikan kepada mitra-mitra di setiap SPPG,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Nganjuk menegaskan komitmennya untuk menjadi penghubung antara produsen dan konsumen. Dengan adanya kerja sama yang kuat antara pemerintah, petani, peternak, dan dunia usaha, diharapkan stabilitas harga pangan dapat terjaga, kesejahteraan pelaku usaha meningkat, serta ketahanan pangan daerah semakin kuat.