#

Dukung Ibu Menyusui, Desa Getas Sukses Tingkatkan Capaian ASI Eksklusif Lewat Program 'Kemping Asik'

Nganjuk, PING – Pemerintah Desa Getas, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk terus menunjukkan komitmen nyata dalam menekan angka kurang gizi dan stunting melalui optimalisasi pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Upaya ini diwujudkan secara masif melalui pelaksanaan program "Kemping Asik" yang digerakkan oleh Tim Penggerak PKK, Bidan Desa, dan kader setempat.

Dalam pelaksanaannya, kader PKK Desa Getas menerapkan metode pemetaan secara door-to-door, di mana satu kader menargetkan pendampingan pada 10 rumah di sekitarnya. Para kader ini melakukan kunjungan rutin untuk memantau perkembangan, mencatat efektivitas di rapor pendampingan, serta mengedukasi para ibu bersalin.

Langkah strategis ini terbukti membuahkan hasil yang membanggakan. Cakupan ASI eksklusif di Desa Getas yang berada di angka 63% pada tahun 2025, sukses melonjak drastis menjadi 89% per bulan Mei 2026. Capaian gemilang ini berhasil melampaui rata-rata persentase di tingkat Kabupaten Nganjuk maupun Provinsi Jawa Timur.

Salah satu kunci utama keberhasilan program ini adalah hadirnya inovasi "Getas Asik" (Gerakan Tuntas ASI Eksklusif). Inovasi ini memanfaatkan teknologi dengan menyediakan layanan konsultasi dan edukasi dua arah melalui grup WhatsApp "Getas ASI". Melalui grup tersebut, para ibu menyusui dapat saling bertukar pengalaman dan berinteraksi langsung dengan bidan, kader, serta tim Pokja 4 Kecamatan terkait kendala menyusui, manajemen laktasi pasca persalinan, hingga edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan. Apabila terdapat keluhan yang tidak dapat diselesaikan melalui obrolan grup, kader akan langsung merespons dengan melakukan kunjungan ke rumah warga.

Di sisi lain, para kader pendamping juga harus menghadapi berbagai tantangan nyata di lapangan. Beberapa di antaranya adalah tingginya angka ibu yang harus kembali bekerja ke sawah atau kota setelah 3 bulan pasca melahirkan, hingga adanya pandangan pasif dari suami serta mitos-mitos kuno seputar ASI dari para nenek.

Menyikapi hal tersebut, kader Kempeng Asik secara proaktif memberikan edukasi cara memerah ASI, baik menggunakan alat pompa maupun menggunakan tangan secara manual yang dinilai lebih praktis bagi ibu di desa, serta mengajarkan teknik penyimpanan yang aman di dalam cooler bag maupun lemari pendingin. Edukasi ini tidak hanya menyasar para ibu, tetapi juga melibatkan anggota keluarga terdekat seperti suami dan nenek, agar seluruh elemen keluarga memahami pentingnya kelancaran ASI eksklusif.

Kolaborasi harmonis antara masyarakat, kader, desa, hingga dukungan penuh dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Nganjuk ini menegaskan bahwa program ASI eksklusif membutuhkan dukungan kolektif. Menyusui bukan sekadar memberikan makanan bagi bayi, melainkan investasi terbaik untuk masa depan demi mencetak generasi Desa Getas yang lebih sehat, cerdas, dan bebas stunting.