Gerak Cepat Pusdalops BPBD Nganjuk Evakuasi Pohon Tumbang Akibat Lakalantas di Tanjunganom
- 26-06-2026
Nganjuk, PING – Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya dalam mewujudkan transformasi pendidikan yang berkelanjutan guna mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing di era digital. Hal tersebut disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Nganjuk, M. Ardiyanto, dalam Dialog Interaktif di 105,3 Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL FM), Kamis (25/6/2026), dengan mengangkat tema "Transformasi Pendidikan Berkelanjutan."
Dalam dialog tersebut, M. Ardiyanto menjelaskan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), derasnya arus informasi digital, hingga perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat. Kondisi tersebut menuntut seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk terus beradaptasi melalui transformasi yang berkelanjutan.
"Transformasi pendidikan menjadi kebutuhan agar kita mampu mengikuti perubahan zaman. Komitmen ini tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga kepala sekolah, orang tua, dan seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan," ujarnya.
Menurutnya, penguatan karakter tetap menjadi fondasi utama di tengah kemajuan teknologi. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pendidik yang bertugas membentuk karakter peserta didik agar mampu menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
Selain itu, Cabang Dinas Pendidikan terus mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk AI, sebagai pendukung proses pembelajaran. Namun, Ardiyanto menegaskan bahwa teknologi tidak boleh menggantikan peran guru dalam mendidik.
"AI dapat membantu proses pembelajaran, tetapi tidak bisa menggantikan peran guru dalam membangun karakter, memberikan keteladanan, dan mendampingi peserta didik," jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh sekolah untuk memanfaatkan masa jeda sebelum tahun ajaran baru sebagai momentum refleksi dan peningkatan kompetensi guru. Selama masa libur siswa, guru diharapkan tetap produktif dengan mempersiapkan perangkat pembelajaran, meningkatkan kapasitas diri, serta menyusun strategi pembelajaran yang lebih inovatif.
Dalam kesempatan tersebut, Ardiyanto turut memaparkan lima program unggulan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Nganjuk sebagai bagian dari transformasi pendidikan, yakni Dickypreneur School untuk mendorong jiwa kewirausahaan siswa, Bakti Sekolah yang menumbuhkan kepedulian sosial, penguatan literasi, Kendali Mutu Internal guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta program SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan) yang mengintegrasikan pendidikan karakter melalui kegiatan budidaya tanaman di lingkungan sekolah.
Selain penguatan kompetensi akademik, sekolah-sekolah juga didorong menanamkan budaya disiplin dan karakter melalui berbagai kebijakan, seperti pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, gerakan membawa tumbler, hingga pengaturan penggunaan telepon genggam selama proses belajar mengajar.
"Nilai-nilai karakter tidak cukup diajarkan secara teori, tetapi harus dibiasakan melalui praktik nyata dalam kehidupan sekolah sehingga menjadi budaya," tegasnya.
Menutup dialog, M. Ardiyanto berharap seluruh SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Nganjuk mampu terus berkembang menjadi sekolah unggul yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga nonakademik. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam menyiapkan generasi emas menuju bonus demografi Indonesia 2045.
"Kita ingin seluruh sekolah di Kabupaten Nganjuk terus bergerak, terus berinovasi, dan bersama-sama mencetak generasi yang unggul sehingga mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah maupun bangsa," pungkasnya.