Tingkatkan Daya Saing IHT, Wabup Nganjuk Dorong Penguatan Manajemen Perusahaan
- 21-07-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar rapat koordinasi terkait peningkatan pelayanan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Kertosono bersama Wakil Bupati Nganjuk, Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk, dan Dewan Pengawas RSD Kertosono di Aula RSD Kertosono, Jumat (26/6/2026).
Rapat koordinasi ini menjadi forum evaluasi sekaligus penyusunan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Kepala Bappeda Kabupaten Nganjuk, Kepala BPKAD Kabupaten Nganjuk, Direktur RSD Kertosono beserta jajaran manajemen dan tenaga kesehatan RSD Kertosono.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, yang akrab disapa Mas Handy, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, kompetensi tenaga medis di RSD Kertosono sudah sangat baik, namun harus diimbangi dengan pelayanan prima (service excellence) agar mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat.

"Saya yakin secara klinis kompetensi dokter dan tenaga kesehatan di RSD Kertosono sudah luar biasa dan tidak diragukan lagi. Tinggal bagaimana kompetensi yang excellent ini dipadukan dengan pelayanan yang excellent, sehingga menghasilkan layanan kesehatan yang benar-benar berkualitas," ujarnya.
Mas Handy menjelaskan bahwa masyarakat yang datang ke rumah sakit bukan sekadar membutuhkan tindakan medis, tetapi juga mengharapkan pelayanan yang ramah, cepat, dan humanis. Karena itu, seluruh unsur rumah sakit, mulai dari jajaran manajemen, tenaga medis, perawat, petugas administrasi hingga front office harus memiliki visi pelayanan yang sama.
"Semua orang yang datang ke rumah sakit sedang membutuhkan pertolongan. Jangan sampai mereka merasa tidak mendapatkan pelayanan yang baik. Sinkronisasi dari seluruh lini pelayanan menjadi kunci agar masyarakat mendapatkan pengalaman berobat yang lebih baik," tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran RSD Kertosono membangun budaya pelayanan yang berorientasi pada keramahan dan empati. Menurutnya, hal-hal sederhana seperti menyapa pasien, memberikan senyum, membantu mengarahkan, hingga menciptakan lingkungan rumah sakit yang bersih, terang, dan nyaman dapat memberikan dampak besar terhadap kepuasan pasien.
"Pasien mungkin akan lupa obat apa yang diberikan dokter, tetapi mereka akan selalu mengingat bagaimana mereka diperlakukan. Karena itu, layani masyarakat dengan hati, namun tetap berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP)," pesannya.
Selain menyoroti aspek pelayanan, Wakil Bupati juga mendorong optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki rumah sakit, penguatan transformasi digital, peningkatan sistem informasi pelayanan, serta percepatan penanganan berbagai keluhan masyarakat sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.
Ia menilai kondisi kunjungan pasien yang saat ini relatif menurun justru menjadi kesempatan bagi RSD Kertosono untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Dengan pelayanan yang semakin baik, diharapkan kepercayaan masyarakat akan meningkat sehingga jumlah kunjungan pasien kembali bertambah melalui rekomendasi dari mulut ke mulut.

Sementara itu, rapat koordinasi juga menjadi ruang diskusi antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Komisi IV DPRD, Dewan Pengawas, manajemen rumah sakit, serta tenaga medis untuk menghimpun berbagai masukan terkait pengembangan pelayanan, tata kelola rumah sakit, hingga peningkatan kualitas fasilitas pendukung.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dewan pengawas, dan seluruh jajaran RSD Kertosono, diharapkan berbagai langkah perbaikan dapat segera direalisasikan sehingga RSD Kertosono mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, serta berorientasi pada keselamatan dan kepuasan masyarakat.