#

Evaluasi Sensus Ekonomi 2026, BPS Nganjuk Kumpulkan Ratusan Petugas di Tanjunganom

Nganjuk, PING – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nganjuk menggelar Pertemuan Petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 Kecamatan Tanjunganom dalam rangka pemeriksaan dan evaluasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Balai Desa Banjaranyar, Kecamatan Tanjunganom, Senin (29/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Kepala BPS Kabupaten Nganjuk Wahyu Purnamahadi, Plt Camat Tanjunganom, Kepala Desa Banjaranyar, Koordinator Wilayah, serta seluruh petugas Sensus Ekonomi 2026 se-Kecamatan Tanjunganom.

Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada 29–30 Juni 2026 sebagai upaya memastikan kualitas data yang dikumpulkan petugas lapangan berjalan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

Dalam laporannya, Penanggung Jawab Wilayah Kecamatan Tanjunganom, Rudi Setiawan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan monitoring terhadap perkembangan pendataan, mengevaluasi hasil pemeriksaan lapangan, sekaligus menyelesaikan berbagai kendala beserta tindak lanjut yang diperlukan selama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Ia menjelaskan, kegiatan di Kecamatan Tanjunganom diikuti oleh 122 petugas, yang terdiri atas 14 petugas pemeriksa (PML) dan 108 petugas pendata (PPL) yang berasal dari seluruh desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Tanjunganom.

"Pertemuan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 secara nasional sesuai petunjuk teknis. Melalui forum ini kami melakukan monitoring progres pendataan, evaluasi hasil pemeriksaan, serta membahas penyelesaian berbagai permasalahan yang dihadapi petugas di lapangan," ujar Rudi.

Rudi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah bekerja keras di lapangan, meskipun terdapat beberapa peserta yang berhalangan hadir karena sakit maupun izin lainnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Nganjuk, Wahyu Purnamahadi, memberikan apresiasi kepada seluruh petugas lapangan yang hingga saat ini tetap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi selama proses pendataan.

Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi tidak selalu berjalan mudah. Berbagai dinamika di lapangan mulai dari kondisi medan, penolakan responden, hingga maraknya isu negatif terkait sensus menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh petugas.

"Saya setiap malam selalu mendoakan keselamatan seluruh petugas Sensus Ekonomi 2026. Banyak cerita dari lapangan, ada yang menghadapi penolakan responden, ada yang mengalami kendala saat bertugas, bahkan harus menghadapi berbagai persepsi yang kurang tepat mengenai sensus. Namun Alhamdulillah sampai hari ini kita semua masih bisa berkumpul dalam keadaan sehat," ungkap Wahyu.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nganjuk beserta seluruh pemerintah desa yang selama ini terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan statistik.

Menurutnya, data yang dikumpulkan para petugas nantinya akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah maupun nasional.

"Teman-teman semua adalah ujung tombak penyedia data. Data yang dikumpulkan bukan hanya menggambarkan kondisi usaha, tetapi juga kondisi perekonomian rumah tangga. Hasil sensus ini akan menjadi dasar perencanaan, evaluasi, serta monitoring pembangunan sehingga sangat menentukan arah pembangunan Kabupaten Nganjuk ke depan," jelasnya.

Wahyu juga mengingatkan seluruh petugas agar tetap menjaga integritas dalam bekerja dengan mematuhi standar operasional prosedur (SOP), mengedepankan kejujuran, serta tidak mudah terpengaruh berbagai informasi yang tidak benar mengenai pelaksanaan sensus.

"Tetap patuhi SOP, jaga kejujuran dalam setiap pendataan, dan jangan terpengaruh isu-isu negatif yang beredar. Data yang berkualitas hanya bisa dihasilkan dari kerja yang profesional dan penuh tanggung jawab," pesannya.

Selain itu, Wahyu menyebut Kecamatan Tanjunganom sebagai salah satu wilayah dengan cakupan pendataan terbesar di Kabupaten Nganjuk sehingga membutuhkan kerja sama dan koordinasi yang lebih intensif antara petugas pendata, petugas pemeriksa, serta pemerintah daerah.

Melalui kegiatan evaluasi ini diharapkan seluruh kendala yang dihadapi petugas dapat segera diatasi sehingga target pendataan Sensus Ekonomi 2026 dapat tercapai sesuai jadwal dengan menghasilkan data yang akurat, lengkap, dan berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.