#

Sambut KKN UM Surabaya, Kang Marhaen: Mahasiswa Harus Punya Mental Petarung dan Juara!

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk menyambut hangat kedatangan ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Nganjuk. Penyambutan berlangsung di Ruang Rapat Anjuk Ladang Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Senin (6/7/2026), dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama Wakil Rektor I UM Surabaya, Muhammad Anas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Gondang dan Sukomoro, para kepala desa lokasi KKN, dosen pembimbing lapangan, serta ratusan mahasiswa peserta KKN yang akan mengabdi di enam desa selama masa pelaksanaan program.

Dalam sambutannya, Bupati Marhaen Djumadi mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa di Kabupaten Nganjuk yang dikenal dengan julukan Bumi Anjuk Ladang, Tanah Kemenangan. Ia menjelaskan bahwa filosofi Anjuk Ladang bukan sekadar sejarah, melainkan menjadi semangat bagi setiap orang yang datang ke Nganjuk untuk terus berjuang meraih kesuksesan.

"Selamat datang di Bumi Anjuk Ladang, Tanah Kemenangan. Barang siapa menginjakkan kaki di bumi ini, insyaallah sukses dunia dan akhirat. Karena itu, saya ingin adik-adik mahasiswa memiliki mental petarung, mental juara, mental sukses, dan jangan pernah menjadi mahasiswa yang tidak percaya diri," pesan Kang Marhaen.

Sebanyak enam desa menjadi lokasi pengabdian mahasiswa, yakni Desa Karangsemi, Mojoseto, dan Pandean di Kecamatan Gondang, serta Desa Sumengko, Kedungsuko, dan Bagor Wetan di Kecamatan Sukomoro. Selama menjalankan KKN, para mahasiswa diharapkan tidak hanya melaksanakan program kerja, tetapi juga mampu membangun hubungan yang erat dengan masyarakat.

Menurut Kang Marhaen, KKN merupakan kesempatan terbaik bagi mahasiswa untuk menjalani "kuliah kehidupan" secara langsung. Ia mendorong mahasiswa agar tinggal bersama masyarakat, berinteraksi dengan warga, memahami kehidupan pedesaan, serta belajar mengenai nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan kerja keras yang menjadi karakter masyarakat Nganjuk.

"KKN bukan hanya menjalankan program, tetapi belajar hidup bersama masyarakat. Tinggallah bersama warga, rasakan bagaimana kehidupan desa, belajar bersyukur, berbagi ilmu, dan memahami bagaimana masyarakat bekerja keras membangun kehidupan mereka. Pengalaman seperti ini tidak akan diperoleh di dalam ruang kuliah," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memperkenalkan berbagai potensi unggulan Kabupaten Nganjuk yang saat ini terus dikembangkan melalui tiga program strategis daerah.

Program pertama adalah pengembangan Nganjuk sebagai kawasan Agropolitan, khususnya di wilayah Gondang dan Sukomoro yang dikenal sebagai sentra bawang merah nasional. Menurutnya, sektor pertanian di Nganjuk kini telah mengalami transformasi menuju pertanian modern dengan memanfaatkan teknologi digital.

"Di Nganjuk kami sedang membangun konsep petani pengusaha, bukan lagi petani pekerja. Anak-anak muda mulai tertarik kembali ke sektor pertanian karena didukung teknologi modern seperti drone untuk penyemprotan pupuk maupun pestisida, serta sistem sprinkler yang bisa dikendalikan melalui smartphone," jelasnya.

Selain sektor pertanian, Kang Marhaen juga mengenalkan Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) yang dikembangkan sebagai pusat aktivitas ekonomi, ruang publik, dan kawasan kreatif masyarakat. Kawasan tersebut diharapkan menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat maupun mahasiswa untuk berdiskusi, berkreasi, dan mengembangkan berbagai inovasi.

Sementara program ketiga adalah Kawasan Industri Nganjuk (KING) yang saat ini terus dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Melalui kawasan industri tersebut, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menargetkan terciptanya puluhan ribu lapangan pekerjaan baru guna menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

"Kami ingin pertanian maju, ekonomi tumbuh, industri berkembang. Semua itu dilakukan agar kesejahteraan masyarakat meningkat dan generasi muda memiliki lebih banyak pilihan untuk berkarya di daerahnya sendiri," ungkapnya.

Di akhir arahannya, Kang Marhaen membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi seluruh mahasiswa selama menjalankan KKN di Kabupaten Nganjuk. Ia mempersilakan mahasiswa berdiskusi, menyampaikan ide, maupun memberikan masukan yang dapat mendukung pembangunan daerah.

"Saya membuka pintu selebar-lebarnya apabila adik-adik ingin berdiskusi atau menyampaikan gagasan selama berada di Nganjuk. Semoga kehadiran mahasiswa UM Surabaya membawa manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga dalam membentuk karakter dan kepemimpinan di masa depan," pungkasnya.

Melalui pelaksanaan KKN ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah semakin kuat dalam mendorong inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta percepatan pembangunan desa berbasis potensi lokal. Program ini juga diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Nganjuk.