#

Mandiri Pangan dan Ekonomi, Warga Losari Nganjuk Terima Bantuan Paket Ayam Petelur

Nganjuk, PING – Komitmen Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga terus diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Kali ini, Tim Penggerak PKK Kabupaten Nganjuk bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk kembali menyalurkan bantuan paket kandang ayam petelur kepada warga kurang mampu di Desa Losari, Kecamatan Gondang, Rabu (10/6/2026).

Program yang menyasar keluarga rentan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemandirian pangan sekaligus membuka peluang ekonomi produktif bagi masyarakat. Sebanyak 10 keluarga menerima bantuan berupa paket kandang lengkap dengan masing-masing 20 ekor ayam petelur yang diharapkan mampu menjadi sumber pemenuhan gizi sekaligus tambahan pendapatan keluarga.

Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, S. Wahyuni Marhaen, mengatakan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kecamatan Rejoso dan Wilangan. Menurutnya, bantuan ayam petelur bukan hanya sekadar bantuan sosial, melainkan langkah strategis dalam membangun ketahanan pangan berbasis keluarga.

"Kami ingin masyarakat memiliki sumber pangan mandiri yang dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga setiap hari. Selain itu, hasil produksi telur juga dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha sehingga mampu membantu meningkatkan perekonomian keluarga penerima manfaat," ujar S. Wahyuni Marhaen saat memberikan sambutan.

Dalam kesempatan tersebut, S. Wahyuni Marhaen bersama Camat Gondang, juga berdialog langsung dengan warga penerima bantuan. Dari hasil diskusi tersebut, terungkap bahwa sebagian besar masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses ekonomi dan hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tanpa memiliki sumber penghasilan tambahan yang berkelanjutan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi TP PKK Kabupaten Nganjuk, BAZNAS, serta Pemerintah Kecamatan Gondang. Oleh karena itu, program bantuan ayam petelur tidak hanya berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga akan diikuti dengan pendampingan dan pemantauan secara berkala agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Menurut S. Wahyuni Marhaen, keberhasilan program ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan, namun harus dibarengi dengan edukasi dan pendampingan agar masyarakat mampu mengelola bantuan secara produktif dan berkelanjutan.

"Program ini kami perluas untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. Hal ini menjadi langkah nyata perhatian pemerintah terhadap ketahanan pangan keluarga, sekaligus membantu membuka peluang ekonomi bagi keluarga penerima manfaat. Kami berharap bantuan ini dapat berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang," ungkapnya.

Sementara itu, Camat Gondang Bayu Istas Sasongko menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin antara TP PKK Kabupaten Nganjuk dan BAZNAS dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ia menilai bantuan tersebut memiliki dampak ganda, yakni meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga.

"Program yang diberikan memperhatikan aspek inklusivitas sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kami dari pemerintah kecamatan juga siap menjadi jembatan bagi masyarakat apabila terdapat kendala maupun kurangnya pemahaman dalam pengelolaan bantuan yang diberikan," tegas Camat Bayu.

Antusiasme warga penerima bantuan terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah, TP PKK, dan BAZNAS. Bagi sebagian besar penerima manfaat, bantuan ayam petelur menjadi harapan baru untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus menambah penghasilan melalui penjualan telur hasil ternak.

Salah satu warga penerima bantuan mengaku optimistis program tersebut dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarganya. Selain dapat memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, hasil telur yang dihasilkan nantinya juga berpotensi menjadi sumber pemasukan tambahan.

Melalui sinergi antara TP PKK Kabupaten Nganjuk, BAZNAS, dan pemerintah kecamatan, program bantuan ayam petelur diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Tidak hanya menciptakan keluarga yang lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga mendorong terbentuknya ekonomi keluarga yang lebih kuat dan sejahtera.

Kegiatan berlangsung lancar dan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat, disertai harapan agar program serupa dapat terus diperluas ke wilayah-wilayah lain di Kabupaten Nganjuk demi mewujudkan masyarakat yang mandiri, sehat, dan berdaya secara ekonomi.