#

Pendidikan Perempuan Adalah Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan Nganjuk

Nganjuk, PING – Pendidikan menjadi salah satu faktor kunci dalam upaya menurunkan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi perempuan, diharapkan turut berperan aktif dalam memastikan anak-anak perempuan memperoleh akses pendidikan yang layak hingga jenjang menengah atas.

Hal tersebut disampaikan Prima Artika Pratiwi, narasumber dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, saat menjadi pemateri dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Organisasi Perempuan dalam Upaya Menurunkan Indeks Ketimpangan Gender Kabupaten Nganjuk yang digelar Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Nganjuk di Ruang Rapat Anjuk Ladang Pemkab Nganjuk, Rabu (17/6/2026).

Dalam paparannya, Prima menjelaskan bahwa pendidikan memiliki hubungan erat dengan berbagai indikator pembangunan, mulai dari kesehatan, kesejahteraan ekonomi, hingga kualitas kehidupan keluarga di masa depan.

Menurutnya, anak perempuan yang mampu menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMA bahkan perguruan tinggi memiliki peluang lebih besar untuk hidup mandiri, memperoleh pekerjaan yang layak, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Pendidikan bukan hanya tentang memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan hidup, dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat. Semakin tinggi tingkat pendidikan seorang perempuan, semakin besar pula peluangnya untuk meningkatkan kualitas hidup dirinya maupun keluarganya,” ujarnya.

Prima mengungkapkan bahwa salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah adanya anak perempuan yang putus sekolah akibat pernikahan usia dini maupun faktor ekonomi keluarga. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat masa depan anak, tetapi juga berpotensi memperpanjang rantai kemiskinan antar generasi.

“Ketika seorang anak perempuan berhenti sekolah karena menikah di usia muda, maka kesempatan untuk mengembangkan potensi dirinya menjadi semakin terbatas. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu tersebut, tetapi juga oleh keluarganya dan masyarakat secara luas,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendidikan yang rendah sering kali berkorelasi dengan rendahnya tingkat pendapatan keluarga, terbatasnya akses terhadap informasi kesehatan, serta rendahnya partisipasi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

Karena itu, Prima mengajak seluruh organisasi perempuan yang hadir untuk menjadi mitra pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pendidikan bagi anak perempuan.

“Organisasi perempuan memiliki jaringan yang sangat luas hingga tingkat desa dan lingkungan keluarga. Peran ini sangat strategis untuk memberikan pemahaman kepada orang tua agar terus mendukung pendidikan anak-anaknya, terutama anak perempuan,” katanya.

Selain itu, Prima juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak agar mereka dapat menyelesaikan pendidikan tanpa hambatan.

Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun semangat belajar anak. Dukungan orang tua, perhatian terhadap perkembangan anak, serta komunikasi yang baik dalam keluarga menjadi faktor penting dalam mencegah putus sekolah.

“Keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga dan masyarakat. Ketika semua pihak bergerak bersama, maka peluang anak untuk berhasil akan semakin besar,” ujarnya.

Prima juga menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan perempuan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak besar terhadap pembangunan daerah. Perempuan yang berpendidikan akan lebih mampu mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan, pengasuhan anak, maupun pengelolaan ekonomi keluarga.

“Perempuan yang berpendidikan akan melahirkan generasi yang lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih siap menghadapi tantangan masa depan. Oleh karena itu, pendidikan perempuan harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk berharap organisasi perempuan dapat menjadi agen perubahan yang aktif menyebarluaskan pentingnya pendidikan kepada masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya kesetaraan kesempatan bagi perempuan dalam memperoleh akses pendidikan yang berkualitas.

“Kami berharap seluruh peserta dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Semakin banyak anak perempuan yang menyelesaikan pendidikan, maka semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan untuk kemajuan Kabupaten Nganjuk,” pungkas Prima Artika Pratiwi.