Optimalisasi PAD, Pemkab Nganjuk Gelar Konsolidasi Penagihan Pajak Kendaraan Plat Kuning
- 22-06-2026
BOJONEGORO, PING – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Nganjuk menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung kemajuan ekonomi kreatif (ekraf). Dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Nganjuk, S. Wahyuni Marhaen, bersama Wakil Ketua, delegasi Anjuk Ladang hadir dan berpartisipasi aktif dalam pembukaan Bojonegoro Wastra Batik Festival yang berlangsung meriah pada Rabu (17/1/2026).
Tidak sekadar hadir sebagai undangan, Kabupaten Nganjuk juga membuka stan pameran khusus yang memamerkan berbagai produk kerajinan dan batik unggulan khas daerah. Langkah ini menjadi wujud nyata Nganjuk dalam memperkuat ekosistem batik serta membangun kolaborasi ekonomi kreatif antar-daerah di Jawa Timur. Suasana stan kian hangat saat S. Wahyuni Marhaen menyempatkan diri berdialog langsung dan menyapa para pembeli yang antusias berkunjung.
Di sela-sela kegiatan, Ketua Dekranasda Kabupaten Nganjuk, S. Wahyuni Marhaen, menyampaikan bahwa momentum festival ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh para perajin lokal untuk meningkatkan daya saing.

"Partisipasi Nganjuk dalam ajang ini adalah bukti bahwa produk kerajinan dan batik kita siap bersanding dan bersaing di tingkat yang lebih luas. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku UMKM dan ekraf Nganjuk agar tidak hanya jago kandang, tetapi juga mampu menangkap peluang digitalisasi serta memperluas jejaring pasar antar-daerah," ujar S. Wahyuni Marhaen optimistis.
Acara akbar ini dibuka secara resmi oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin. Dalam sambutannya, Arumi membakar semangat para perajin dan pelaku usaha yang hadir agar berani menembus pasar global. Ia menegaskan bahwa saat ini adalah momentum emas bagi produk lokal untuk melesat ke mancanegara.

Motivasi tersebut sejalan dengan laporan Bupati Bojonegoro selaku tuan rumah. Festival tahun ini sukses menyedot perhatian dengan menghadirkan 69 peserta pameran lintas provinsi serta 39 stan UMKM, termasuk stan unggulan dari Kabupaten Nganjuk.
Melalui gelaran festival batik ini, seluruh pihak berharap dapat mendorong transformasi pelaku usaha dari sistem konvensional menuju digital. Lebih dari itu, kolaborasi erat antar-daerah ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama perputaran ekonomi daerah berbasis kelestarian budaya.