Optimalisasi PAD, Pemkab Nganjuk Gelar Konsolidasi Penagihan Pajak Kendaraan Plat Kuning
- 22-06-2026
NGANJUK, PING – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Hal ini menyusul insiden kebakaran yang menghanguskan rumpun bambu milik warga di Desa Sombron, Kecamatan Loceret, pada Selasa (17/6) pagi. Api yang sempat membesar berhasil dilokalisasi petugas sebelum merembet ke permukiman warga.
Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk, Imam Ashari, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan darurat melalui call center sekitar pukul 09.26 WIB. Menanggapi laporan tersebut, tim piket langsung bergerak cepat guna mengantisipasi perluasan dampak kebakaran.
"Setelah menerima laporan, kami langsung mengerahkan satu unit armada dari Pos Pace beserta personel menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan," ujar Imam Ashari.
Setibanya di lokasi, personel Damkarmat tidak langsung menyemprotkan air, melainkan melakukan asesmen taktis terlebih dahulu. Petugas memetakan titik api utama dan menganalisis potensi penyebaran, mengingat posisi rumpun bambu berada dekat dengan rumah-rumah warga. Ditambah lagi, kondisi cuaca panas dan tiupan angin kencang membuat api sangat dinamis.
Setelah memetakan situasi, petugas melakukan penyemprotan intensif guna mengisolasi api. Berkat kesigapan personel di lapangan yang dibantu oleh warga sekitar, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Meski tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini, pemilik lahan, Suraji (52), mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp450 ribu akibat rusaknya sejumlah rumpun bambu miliknya.
Berdasarkan hasil investigasi petugas di lapangan, sumber api dipastikan berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan secara mandiri oleh pemilik lahan di sekitar area rumpun bambu. Karakteristik bambu yang kering di musim kemarau membuat material tersebut menjadi bahan bakar yang sangat sensitif terhadap percikan api.
Memasuki musim kemarau tahun ini, Damkarmat Kabupaten Nganjuk memberikan perhatian khusus terhadap meningkatnya risiko kebakaran lahan dan kebun. Vegetasi yang mengering dinilai sangat rawan memicu kebakaran besar, bahkan hanya dari percikan api kecil.
Imam Ashari dengan tegas mengingatkan warga agar menghentikan kebiasaan membakar sampah secara sembarangan, terutama di dekat area yang mudah terbakar seperti semak belukar, lahan kosong, dan rumpun bambu.
"Memasuki musim kemarau, kami mengimbau warga tidak membakar sampah sembarangan atau melakukan aktivitas yang melibatkan api di dekat area perkebunan maupun lahan kering. Jika melihat adanya tanda-tanda kebakaran, segera hubungi call center Damkarmat agar penanganan bisa kami lakukan secara cepat dan tepat sebelum terlambat," pungkas Imam.