Hangatkan Muharram dengan Aksi Nyata, DWP Nganjuk Salurkan Santunan bagi Anak Yatim, Lansia & Dhuafa
- 17-07-2026
Nganjuk, PING – Upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 terus dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nganjuk. Salah satunya melalui Dialog Interaktif bersama 105,3 Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL FM), Selasa (14/7/2026), dengan mengangkat tema "Bagaimana Meyakinkan Penduduk untuk Menerima Kedatangan Petugas Sensus Ekonomi 2026."
Hadir sebagai narasumber, Hari Supriono, Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Nganjuk, dan Anitha Rafiqa Zein, Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Nganjuk. Keduanya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menerima petugas sensus dan memberikan data yang benar demi menghasilkan statistik yang berkualitas.
Dalam dialog tersebut dijelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan pendataan biasa, melainkan sensus nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali dengan tahun berakhiran angka enam. Pelaksanaan tahun ini menjadi sensus ekonomi kelima setelah sebelumnya digelar pada 1986, 1996, 2006, dan 2016.
Hari Supriono menjelaskan, tujuan utama Sensus Ekonomi adalah memperoleh gambaran utuh mengenai perkembangan aktivitas ekonomi di Indonesia, mulai dari usaha mikro, usaha rumahan, usaha informal hingga perusahaan berskala besar.
"Sensus Ekonomi dilakukan untuk menangkap perubahan struktur ekonomi yang terjadi selama sepuluh tahun terakhir. Saat ini perkembangan ekonomi digital, UMKM, hingga berbagai model usaha baru tumbuh sangat pesat. Data inilah yang nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran," jelas Hari.
Ia menambahkan, pendataan di Kabupaten Nganjuk dilaksanakan secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Seluruh bangunan akan didatangi petugas untuk memastikan ada atau tidaknya kegiatan usaha yang dijalankan masyarakat.
Menurutnya, hasil sensus tidak memberikan manfaat secara langsung kepada responden, namun menjadi fondasi penting dalam penyusunan program pembangunan, evaluasi kebijakan, hingga penentuan sasaran bantuan pemerintah.
"Kalau diibaratkan menyusun puzzle, setiap responden adalah satu keping penting. Ketika ada masyarakat yang menolak memberikan informasi, maka gambaran ekonomi yang dihasilkan menjadi tidak utuh sehingga kebijakan yang disusun pemerintah juga kurang optimal," ujarnya.
Sementara itu, Anitha Rafiqa Zein menegaskan bahwa seluruh informasi yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Data individu tidak akan dipublikasikan, melainkan diolah menjadi statistik agregat untuk kepentingan perencanaan pembangunan.
"BPS hadir untuk memahami kondisi masyarakat, bukan menghakimi. Pertanyaan yang diajukan memang terlihat cukup rinci karena disusun menggunakan metodologi statistik internasional agar menghasilkan data yang lengkap, akurat, dan dapat dipercaya. Seluruh jawaban responden dijamin kerahasiaannya," terang Anitha.
Ia juga meluruskan anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa Sensus Ekonomi berkaitan dengan perpajakan. Menurutnya, pendataan tersebut sama sekali tidak digunakan sebagai dasar penetapan pajak maupun kepentingan penegakan hukum.
"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Data yang dikumpulkan murni digunakan untuk kepentingan statistik dan penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi. Tidak ada kaitannya dengan pajak ataupun pemeriksaan lainnya," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, BPS juga menjelaskan bahwa seluruh petugas lapangan telah dibekali pelatihan khusus selama tiga hari sebelum diterjunkan ke masyarakat. Selain memahami materi sensus, petugas juga dilatih teknik komunikasi dan wawancara agar mampu memberikan penjelasan kepada responden secara baik.
Untuk menjamin keamanan masyarakat, petugas Sensus Ekonomi dilengkapi rompi resmi, kartu identitas dengan barcode yang dapat dipindai untuk memverifikasi identitas petugas, serta surat tugas elektronik yang telah ditandatangani Kepala BPS Kabupaten Nganjuk.
Pendataan pada Sensus Ekonomi 2026 juga telah menerapkan sistem paperless menggunakan aplikasi digital. Seluruh data yang dikirim petugas langsung tersimpan di server BPS dengan sistem keamanan berlapis sehingga tidak dapat diakses maupun disalahgunakan.
Menutup dialog interaktif, kedua narasumber mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Nganjuk untuk mendukung suksesnya Sensus Ekonomi 2026 melalui gerakan TIR, yakni Terima petugas sensus, Isi data dengan benar, dan Rahasia data terjaga.
Melalui partisipasi aktif masyarakat, BPS berharap data yang dihasilkan mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih akurat, pemerataan program pemerintah yang lebih efektif, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Nganjuk maupun Indonesia.