#

BPBD Nganjuk Tanamkan Budaya Sadar Bencana kepada 300 Peserta MPLS SMAN 1 Nganjuk

Nganjuk, PING – Upaya membangun generasi yang tangguh terhadap bencana terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Salah satunya diwujudkan dengan memberikan materi Kesiapsiagaan Bencana kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMAN 1 Nganjuk, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 300 siswa-siswi tersebut berlangsung interaktif dan penuh antusias. Selama sesi berlangsung, para peserta tidak hanya menerima materi mengenai potensi bencana dan langkah-langkah penyelamatan diri, tetapi juga aktif berdiskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan seputar penanganan bencana di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di Indonesia, pentingnya mitigasi bencana, prosedur evakuasi, hingga tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para pelajar agar lebih siap menghadapi kondisi darurat.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, mengatakan bahwa edukasi kebencanaan kepada kalangan pelajar merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk masyarakat yang tangguh terhadap bencana.

"Sekolah menjadi tempat yang sangat strategis untuk menanamkan budaya sadar bencana. Kami ingin para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan kemampuan mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat. Dengan bekal pengetahuan ini, mereka diharapkan mampu melindungi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitarnya," ujar Sutomo.

Ia menambahkan, Kabupaten Nganjuk memiliki berbagai potensi bencana, sehingga literasi kebencanaan perlu terus diperkuat sejak usia dini. Menurutnya, kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

"Bencana memang tidak dapat diprediksi kapan datangnya. Namun dampaknya dapat diminimalkan apabila masyarakat memiliki pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kemampuan merespons secara cepat serta tepat. Karena itu, kami akan terus memperluas edukasi kebencanaan hingga ke sekolah-sekolah sebagai bagian dari upaya membangun budaya tangguh bencana di Kabupaten Nganjuk," tambahnya.

Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Nganjuk berharap para peserta MPLS dapat menjadi pelopor budaya sadar bencana di lingkungan sekolah maupun keluarga. Dengan meningkatnya pengetahuan dan kesiapsiagaan sejak dini, diharapkan akan lahir generasi yang lebih peduli, sigap, dan mampu menghadapi berbagai potensi bencana secara bijaksana.