BPBD Nganjuk Bantu Evakuasi Jenazah dari Sungai Brantas Kertosono
- 16-09-2026
NGANJUK, PING – Kabupaten Nganjuk kembali dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Gerakan Tanam Padi Serentak Nasional yang diselenggarakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Desa Gemenggeng, Kecamatan Pace, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di 21 provinsi sebagai bagian dari upaya mempercepat masa tanam dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Gerakan tanam padi serentak tersebut merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengoptimalkan lahan pertanian yang telah dikembangkan melalui Program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Melalui percepatan tanam, lahan yang telah disiapkan diharapkan segera memasuki masa produksi sehingga mampu meningkatkan hasil panen nasional, khususnya pada musim kemarau.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa gerakan tanam serentak menjadi bagian dari penguatan program Brigade Pangan sekaligus upaya mengoptimalkan lahan pertanian yang telah mendapatkan intervensi pemerintah.
Menurutnya, keberhasilan program swasembada pangan memerlukan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani agar percepatan tanam dapat berjalan sesuai target.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Heri Suseno, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui penyediaan infrastruktur pengairan. Sebanyak sekitar 4.000 titik irigasi perpompaan telah disiapkan untuk menjaga ketersediaan air selama musim kemarau, termasuk 87 titik yang berada di Kabupaten Nganjuk.
Ia optimistis target produksi beras Jawa Timur periode Januari hingga Agustus 2026 sebesar setara 7 juta ton dapat tercapai apabila kondisi iklim tetap mendukung. Hingga pertengahan Juli 2026, produksi beras Jawa Timur telah mencapai sekitar 4,5 juta ton dan masih berada di atas kebutuhan konsumsi daerah sehingga mampu memasok kebutuhan provinsi lain.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin, mengungkapkan bahwa realisasi tanam padi di Kabupaten Nganjuk hingga Juli 2026 telah mencapai sekitar 58.000 hektare atau sekitar 55,8 persen dari target tanam tahunan seluas 105.000 hektare.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten Nganjuk siap memberikan kontribusi nyata dalam mendukung target swasembada pangan nasional. Sejumlah wilayah sentra produksi seperti Kecamatan Tanjunganom, Prambon, Kertosono, dan Baron bahkan mampu melaksanakan pertanaman hingga tiga kali dalam satu tahun, sementara pengembangan irigasi perpompaan turut meningkatkan indeks pertanaman di wilayah lain. Ketersediaan pupuk bagi petani juga dipastikan masih dalam kondisi aman untuk mendukung musim tanam yang sedang berlangsung.
Dipilihnya Kabupaten Nganjuk sebagai lokasi pelaksanaan Gerakan Tanam Padi Serentak Nasional semakin menegaskan peran strategis daerah sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, penyuluh pertanian, serta para petani, diharapkan produktivitas pertanian terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di Indonesia.