Mas Handy Ajak Industri Hasil Tembakau Bangun Daerah Lewat Kolaborasi CSR dan Iklim Investasi
- 21-07-2026
Nganjuk, PING – Upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia dini terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kali ini, ratusan siswa-siswi SMP Negeri 2 Nganjuk mendapatkan pembekalan edukasi kebencanaan yang dipadukan dengan simulasi evakuasi korban pada Senin (20/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas peserta didik agar memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Materi yang diberikan tidak hanya berupa teori mengenai jenis-jenis bencana dan langkah mitigasinya, tetapi juga praktik langsung penyelamatan korban sehingga siswa memperoleh pengalaman nyata dalam menghadapi situasi darurat.
Dengan didampingi personel BPBD Kabupaten Nganjuk, para siswa mengikuti setiap sesi dengan antusias. Mereka belajar mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, memahami prosedur evakuasi yang benar, hingga mempraktikkan teknik dasar pertolongan saat terjadi bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, mengatakan bahwa edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah merupakan investasi penting untuk membentuk generasi yang tangguh dan siap menghadapi risiko bencana.
"Bencana memang tidak bisa diprediksi kapan datangnya, tetapi dampaknya dapat diminimalkan apabila masyarakat memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan. Melalui edukasi sejak di bangku sekolah, kami ingin membentuk karakter siswa yang sigap, tidak panik, serta mampu menyelamatkan diri sendiri maupun membantu orang lain saat terjadi keadaan darurat," ujar Sutomo.
Ia menambahkan, sekolah memiliki peran strategis sebagai tempat menanamkan budaya pengurangan risiko bencana. Oleh karena itu, BPBD Kabupaten Nganjuk akan terus memperluas kegiatan edukasi dan simulasi ke berbagai satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sekolah Siaga Bencana.
"Harapan kami, setiap siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip yang kami tanamkan sederhana, yaitu selamatkan diri terlebih dahulu, kemudian selamatkan orang lain dengan tetap memperhatikan keselamatan diri," tambahnya.

Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Nganjuk berharap lahir generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan, tangguh menghadapi bencana, serta mampu menjadi agen edukasi kebencanaan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
BPBD Kabupaten Nganjuk juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar SMP Negeri 2 Nganjuk atas semangat dan antusiasme seluruh siswa dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah diharapkan terus terjalin guna memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Nganjuk.