Mas Handy Ajak Industri Hasil Tembakau Bangun Daerah Lewat Kolaborasi CSR dan Iklim Investasi
- 21-07-2026
Nganjuk, PING– Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan daya saing Industri Hasil Tembakau (IHT). Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Koordinasi, Sinkronisasi dan Pelaksanaan Pemberdayaan Industri dan Peran Serta Masyarakat melalui Pelatihan Penerapan Fungsi Manajemen Perusahaan bagi Industri Hasil Tembakau Tahun 2026 yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro di Hotel Front One Nganjuk, Selasa (21/7/2026).
Pelatihan yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk ini menjadi bagian dari pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada sektor industri hasil tembakau. Kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai 21 hingga 25 Juli 2026, dengan menggandeng Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Kanjuruhan Malang sebagai mitra pelaksana.
Sebanyak 60 peserta yang merupakan unsur manajemen dan administrasi dari 27 Industri Hasil Tembakau di Kabupaten Nganjuk mengikuti pelatihan ini. Mereka mendapatkan materi mengenai penerapan fungsi-fungsi manajemen perusahaan, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan hingga pengendalian usaha agar mampu menciptakan tata kelola perusahaan yang profesional, efisien, dan berdaya saing.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang secara konsisten memanfaatkan DBHCHT untuk memperkuat sektor industri tembakau di Kabupaten Nganjuk.
"Terima kasih kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelaku Industri Hasil Tembakau yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Nganjuk," ujarnya.
Menurut Mas Handy sapaan akrabnya, keberadaan industri hasil tembakau tidak hanya memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja, tetapi juga menjadi penyumbang penerimaan negara melalui cukai yang sebagian dikembalikan ke daerah dalam bentuk DBHCHT. Dana tersebut kemudian dimanfaatkan untuk berbagai program pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia mencontohkan, melalui DBHCHT Pemerintah Kabupaten Nganjuk telah memberikan bantuan langsung kepada ribuan pekerja pabrik rokok pada tahun-tahun sebelumnya sebagai bentuk perhatian kepada para tenaga kerja di sektor tersebut.
"Manfaat DBHCHT benar-benar dirasakan masyarakat. Tidak hanya digunakan untuk pembangunan, tetapi juga kembali kepada para pekerja industri hasil tembakau melalui berbagai program yang telah dilaksanakan pemerintah daerah," jelasnya.

Mas Handy juga mengungkapkan rasa optimistis terhadap perkembangan Industri Hasil Tembakau di Kabupaten Nganjuk. Berdasarkan data terbaru, jumlah IHT terus mengalami peningkatan hingga kini mencapai 27 perusahaan, jauh lebih banyak dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
"Ini menunjukkan bahwa Kabupaten Nganjuk memiliki daya tarik investasi yang baik. Kami berharap iklim usaha yang kondusif ini terus terjaga sehingga semakin banyak industri berkembang dan mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat," katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan seluruh perusahaan agar tetap mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, khususnya terkait perlindungan tenaga kerja.
"Kami berharap seluruh perusahaan mematuhi aturan mengenai pengupahan, kepesertaan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan maupun ketentuan ketenagakerjaan lainnya. Kepatuhan terhadap regulasi merupakan fondasi penting dalam membangun industri yang sehat dan berkelanjutan," tegasnya.
Selain itu, ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan ini sebagai kesempatan untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan kualitas pengelolaan perusahaan.
"Walaupun perusahaan sudah berjalan dengan baik, selalu ada ruang untuk melakukan efisiensi dan inovasi, baik di bidang manajemen SDM, pemasaran maupun pengelolaan operasional perusahaan. Saya berharap seluruh peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah ilmu yang nantinya dapat diterapkan di perusahaan masing-masing," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk, Srihandariningsih, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi manajerial pelaku Industri Hasil Tembakau sehingga mampu menerapkan fungsi-fungsi manajemen secara efektif.
"Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, serta mengendalikan kegiatan usaha sehingga tercipta tata kelola perusahaan yang profesional, akuntabel dan berorientasi pada peningkatan kinerja usaha," jelasnya.
Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap seluruh Industri Hasil Tembakau semakin mampu beradaptasi dengan dinamika dunia usaha, meningkatkan produktivitas serta memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja.