Tingkatkan Daya Saing IHT, Wabup Nganjuk Dorong Penguatan Manajemen Perusahaan
- 21-07-2026
Nganjuk, PING – Masa remaja merupakan fase penting dalam pencarian jati diri sekaligus periode yang rentan terhadap berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba. Untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nganjuk hadir sebagai narasumber dalam Dialog Interaktif Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL FM) 105,3, Selasa (21/7/2026).
Mengangkat tema "Remaja Kenali Dirimu Agar Tidak Jatuh dalam Penyalahgunaan Narkoba", dialog menghadirkan Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Nganjuk, Wahyu Tri Sutrisno, didampingi Penyuluh Narkoba BNNK Nganjuk, Frendy Wicaksono Putra. Dalam dialog tersebut dibahas berbagai tantangan yang dihadapi remaja saat ini serta pentingnya membangun ketahanan diri sebagai benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
Wahyu Tri Sutrisno menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih bertepatan dengan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), ketika banyak siswa memasuki jenjang pendidikan baru dan mulai beradaptasi dengan lingkungan pergaulan yang berbeda.
"Momentum MPLS menjadi waktu yang tepat untuk membekali para remaja agar mengenali dirinya sendiri sekaligus memahami berbagai tantangan yang dapat mengancam masa depan mereka, termasuk bahaya penyalahgunaan narkoba," ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data nasional, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba mengalami peningkatan pada tahun 2025 dan didominasi oleh kelompok usia remaja. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat generasi muda saat ini merupakan calon penggerak Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga mengancam kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Karena itu, edukasi kepada remaja harus terus diperkuat agar mereka memiliki kemampuan mengenali risiko sekaligus berani menolak ajakan untuk mencoba narkoba.
Dalam dialog tersebut, Wahyu juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus peredaran narkoba yang kini semakin beragam. Salah satunya adalah penyalahgunaan cairan vape yang dicampur zat narkotika. Ia menjelaskan bahwa saat ini vape menjadi salah satu media yang patut diwaspadai karena mulai dimanfaatkan oleh oknum tertentu sebagai sarana penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, BNNK Nganjuk juga menyoroti penyalahgunaan bahan adiktif lain seperti lem yang kerap disalahgunakan oleh anak-anak dan remaja. Menurut Wahyu, rasa ingin tahu yang tinggi tanpa dibekali pengetahuan yang benar dapat menjadi pintu masuk bagi perilaku berisiko.
"Rasa penasaran memang wajar dimiliki remaja. Namun jika tidak diarahkan dengan baik, mereka cenderung mengikuti apa yang dilihat di lingkungan maupun media sosial tanpa memahami dampaknya," jelasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa para pengedar umumnya menggunakan pendekatan yang halus. Remaja tidak langsung ditawari narkoba, melainkan terlebih dahulu diberi sesuatu yang dianggap sebagai suplemen, permen, atau barang yang dapat meningkatkan stamina. Setelah muncul ketergantungan, korban mulai diminta membeli bahkan dimanfaatkan sebagai kurir narkoba.
Menurutnya, perempuan juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap modus yang memanfaatkan kedekatan emosional melalui media sosial. Pendekatan secara personal sering kali menjadi awal dari proses perekrutan yang berujung pada tindak pidana narkotika.
Menjawab pertanyaan pendengar mengenai stres yang dialami remaja, Wahyu menjelaskan bahwa tekanan akademik, persoalan keluarga, hingga perundungan dapat memicu stres. Apabila tidak diimbangi dengan kemampuan mengenali diri dan mengelola emosi, kondisi tersebut dapat membuat remaja mencari pelarian ke hal-hal negatif, termasuk narkoba.
Karena itu, BNNK Nganjuk terus mengembangkan program Remaja Teman Sebaya, yaitu pembentukan agen-agen remaja di sekolah yang dibekali kemampuan mendampingi teman sebaya, menjadi tempat berbagi cerita, sekaligus mengarahkan teman-temannya kepada aktivitas yang positif.
"Kami tidak lagi hanya menakut-nakuti remaja tentang bahaya narkoba. Yang lebih penting adalah membangun karakter, memperkuat kemampuan mengenali diri, mengelola stres, memiliki hobi yang positif, dan berani berkata tidak terhadap ajakan yang merugikan dirinya," terang Wahyu.
Pada akhir dialog, Wahyu Tri Sutrisno mengajak seluruh remaja untuk selalu jujur terhadap dirinya sendiri dan tidak mengorbankan masa depan hanya demi diterima dalam lingkungan pergaulan.
"Jadilah remaja yang berani mengatakan tidak jika memang itu salah. Kenali potensi diri, pahami tujuan hidup, dan jangan mudah terpengaruh oleh lingkungan yang membawa kepada hal-hal negatif," pesannya.
Sementara itu, Frendy Wicaksono Putra mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keluarga dan lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, perang melawan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, sehat, produktif, dan bersih dari narkoba. Dengan kepedulian bersama, kita dapat melindungi generasi muda Kabupaten Nganjuk agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, berprestasi, dan siap menyongsong masa depan," pungkasnya.