BPBD Nganjuk Bantu Evakuasi Jenazah dari Sungai Brantas Kertosono
- 16-09-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) terus memperkuat peran organisasi perempuan dalam menciptakan keluarga yang sehat dan tangguh. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Kapasitas Organisasi Perempuan dalam Mewujudkan Kesehatan Mental Perempuan dan Ketahanan Keluarga yang digelar di Ruang Rapat Anjuk Ladang, Kabupaten Nganjuk, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nganjuk S. Yuni Marhaen, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Nganjuk beserta jajaran, Kepala Dinsos P3A Kabupaten Nganjuk, pengurus TP PKK kabupaten dan kecamatan, organisasi perempuan, serta tamu undangan dari berbagai instansi.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, S. Yuni Marhaen, menyampaikan apresiasi kepada Dinsos P3A Kabupaten Nganjuk yang secara konsisten menghadirkan program-program pemberdayaan perempuan, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental.

Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam keluarga karena menjadi pusat pengelolaan berbagai aspek kehidupan rumah tangga. Oleh sebab itu, kesehatan mental perempuan harus menjadi perhatian bersama.
"Perempuan itu sangat istimewa. Perannya begitu besar, mulai dari mengurus keluarga, mendidik anak, hingga tidak sedikit yang juga ikut mencari nafkah. Dengan banyaknya tanggung jawab tersebut, perempuan sangat rentan mengalami tekanan mental. Karena itu kesehatan mental perempuan harus benar-benar dijaga," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perempuan yang memiliki kondisi mental yang sehat akan mampu menciptakan suasana keluarga yang harmonis, melahirkan anak-anak yang tangguh, sekaligus menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat yang sehat.
"Kalau kesehatan mental seorang ibu baik, InsyaAllah keluarganya juga harmonis. Anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat karena mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang baik dari ibunya. Perempuan adalah tiang keluarga, bahkan menjadi salah satu penopang kemajuan bangsa," katanya.

S. Yuni Marhaen juga mengingatkan bahwa perempuan menghadapi berbagai tantangan psikologis sepanjang siklus kehidupannya, mulai dari tekanan dalam rumah tangga, masa kehamilan, persalinan, menyusui, hingga memasuki masa menopause. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan keluarga maupun lingkungan sekitar agar tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan mental yang lebih serius.
Ia mengajak seluruh organisasi perempuan untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis perempuan di lingkungan masing-masing serta tidak ragu memanfaatkan layanan pendampingan apabila menemukan kasus kekerasan maupun persoalan kesehatan mental.
"Organisasi perempuan harus menjadi agen perubahan. Ilmu yang diperoleh hari ini hendaknya diteruskan kepada masyarakat agar semakin banyak perempuan yang memahami pentingnya menjaga kesehatan mental dan mengetahui ke mana harus mencari bantuan apabila menghadapi persoalan," pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Dinsos P3A Kabupaten Nganjuk menghadirkan Lukman Fatoni Asmara, Founder Nganjuk Hipnotis Center, sebagai narasumber. Ia menyampaikan materi bertajuk "Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan dalam Mewujudkan Keluarga yang Sehat dan Hypnotherapy sebagai Pendekatan Pendukung dalam Pendampingan Psikologis Perempuan."

Dalam paparannya, Lukman menjelaskan bahwa kesehatan mental merupakan fondasi penting bagi perempuan dalam menjalankan berbagai perannya di keluarga maupun masyarakat. Ia juga memperkenalkan hypnotherapy sebagai salah satu metode pendampingan psikologis yang dapat membantu individu mengelola tekanan emosional, trauma, maupun stres yang dialami.
Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Hal tersebut terlihat dari sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Berbagai persoalan mengenai kesehatan mental perempuan, tekanan dalam kehidupan rumah tangga, hingga upaya membangun ketahanan keluarga menjadi topik yang banyak dikonsultasikan kepada narasumber.
Melalui kegiatan ini, Dinsos P3A Kabupaten Nganjuk berharap kapasitas organisasi perempuan semakin meningkat sehingga mampu menjadi mitra pemerintah dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta memperkuat ketahanan keluarga di tengah masyarakat. Penguatan kesehatan mental perempuan diharapkan tidak hanya berdampak pada kesejahteraan individu, tetapi juga menjadi fondasi terciptanya keluarga yang harmonis, produktif, dan berkualitas.