BPBD Nganjuk Bantu Evakuasi Jenazah dari Sungai Brantas Kertosono
- 16-09-2026
Nganjuk, PING – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menghadiri kegiatan Pembinaan Kader Institusi Masyarakat Perdesaan (IMP) dan Sub Kader Institusi Masyarakat Perdesaan (IMP) Program Bangga Kencana yang digelar di Pendopo Kecamatan Lengkong, Rabu (22/7/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk Ny. S. Yuni Marhaen, Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk, jajaran Dinas PPKB, para camat, kepala desa, serta ratusan kader IMP dari empat kecamatan.
Sebanyak 698 kader mengikuti pembinaan tersebut, terdiri atas 156 kader dari Kecamatan Lengkong, 150 kader dari Kecamatan Jatikalen, 217 kader dari Kecamatan Kertosono, dan 175 kader dari Kecamatan Patianrowo. Kehadiran para kader diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) hingga ke tingkat desa.
Dalam sambutannya, Bupati Marhaen Djumadi menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh kader IMP yang selama ini menjadi ujung tombak pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pembangunan keluarga, kesehatan, hingga kesejahteraan warga.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang dimulai dari keluarga.
"Terima kasih kepada seluruh kader IMP yang selama ini telah bekerja dengan penuh semangat mendampingi masyarakat. Peran panjenengan sangat penting dalam membangun keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas," ujar Kang Marhaen sapaan akrabnya.
Kang Marhaen menegaskan, Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus berupaya memastikan seluruh masyarakat memperoleh pelayanan dasar secara optimal. Salah satunya melalui berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan, pemerintah memiliki berbagai program bantuan, mulai dari perbaikan rumah tidak layak huni, bantuan sosial, hingga penanganan warga kurang mampu agar tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh pelayanan pemerintah.

Kang Marhaen juga menekankan pentingnya keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Menurutnya, pengendalian pertumbuhan penduduk menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.
"Kalau dulu program KB identik hanya untuk perempuan, sekarang laki-laki juga harus ikut berperan. Yang paling penting adalah membangun komunikasi yang baik dalam keluarga agar setiap anak mendapatkan perhatian, pendidikan, dan kehidupan yang layak," ungkapnya.
Selain itu, Kang Marhaen mengajak para kader untuk terus mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disediakan pemerintah, termasuk layanan kesehatan. Ia menyebut seluruh warga Kabupaten Nganjuk telah dijamin melalui program BPJS Kesehatan yang dibiayai pemerintah daerah sehingga masyarakat tidak perlu ragu memeriksakan kesehatannya sejak dini.
"Pemerintah Kabupaten Nganjuk menganggarkan lebih dari Rp114 miliar untuk BPJS Kesehatan masyarakat. Harapan kami sederhana, masyarakat sehat, usia harapan hidup meningkat, dan tidak menunggu sakit parah baru berobat," jelasnya.

Di akhir sambutannya, Kang Marhaen menegaskan bahwa dirinya menilai jabatan itu sebagai amanah untuk melayani masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk terus bersinergi bersama pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada warga.
"Saya tidak memandang diri sebagai bupati, tetapi sebagai pelayan masyarakat. Mari kita bersama-sama melayani masyarakat dengan ikhlas agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan seluruh warga Kabupaten Nganjuk," tegasnya.
Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan kapasitas kader IMP dan Sub IMP semakin meningkat sehingga mampu menjadi motor penggerak Program Bangga Kencana di tingkat desa. Dengan penguatan peran kader, Pemerintah Kabupaten Nganjuk optimistis dapat mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas sebagai fondasi menuju masyarakat Nganjuk yang semakin maju dan sejahtera.