Lebih dari Sekadar Merawat, PPNI Nganjuk Tegaskan Peran Perawat sebagai Edukator Masyarakat
- 24-07-2026
Nganjuk, PING – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menghadiri kegiatan Pra-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (Pra-MPLS) bagi siswa baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum awal untuk memperkenalkan lingkungan pendidikan sekaligus membangun kesiapan mental para siswa dan orang tua sebelum proses belajar dimulai.
Dalam suasana penuh keakraban, Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen itu memberikan motivasi kepada para siswa dan orang tua agar menjadikan Sekolah Rakyat sebagai pintu menuju masa depan yang lebih baik. Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga pada dukungan keluarga dalam membentuk karakter anak.
Menurutnya, salah satu nilai penting yang harus ditanamkan sejak dini adalah kemandirian. Orang tua diminta memberikan ruang bagi anak untuk belajar bertanggung jawab dan tidak terlalu memanjakan mereka.

"Anak-anak harus diberi kesempatan untuk mandiri. Orang tua tentu sayang kepada anaknya, tetapi jangan sampai rasa sayang itu justru membuat anak tidak berkembang. Kemandirian adalah bekal penting untuk masa depan mereka," ujar Kang Marhaen.
Dalam sambutannya, Kang Marhaen juga membagikan kisah perjalanan hidupnya sebagai anak yang lahir dari keluarga sederhana. Ia mengaku berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, namun kondisi tersebut justru menjadi motivasi untuk terus berjuang meraih pendidikan dan kesuksesan.
Ia berharap pengalaman hidupnya dapat menjadi penyemangat bagi para siswa Sekolah Rakyat agar tidak merasa rendah diri karena kondisi ekonomi keluarga.
"Jangan kubur mimpi-mimpi anakmu karena kemiskinan. Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi orang sukses. Saya juga berasal dari keluarga yang tidak mampu, tetapi saya menjadikan keadaan itu sebagai motivasi untuk terus belajar dan membanggakan orang tua," ungkapnya.
Kang Marhaen juga mengingatkan bahwa peran orang tua sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak. Menurutnya, orang tua bisa menjadi pendukung terbesar, namun juga dapat menjadi penghambat apabila terlalu membatasi ruang tumbuh anak.

Karena itu, ia mengajak seluruh wali murid untuk memberikan kepercayaan kepada anak-anak selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
"Orang tua harus menjadi penyemangat. Jangan karena rasa khawatir akhirnya membatasi anak untuk berkembang. Berikan kepercayaan kepada mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan percaya diri," pesannya.
Kang Marhaen menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya sebagai tempat belajar akademik, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter. Sistem berasrama yang diterapkan akan melatih kedisiplinan, kemandirian, kepedulian, serta kemampuan hidup bersama.
Ia menyebut fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat telah disiapkan secara optimal untuk menunjang kenyamanan dan kualitas pembelajaran siswa.
"Sekolah Rakyat memiliki fasilitas yang sangat baik. Anak-anak tinggal di asrama, mendapatkan makan, makanan ringan, perlengkapan belajar, hingga berbagai sarana pendukung lainnya. Semua disiapkan agar mereka bisa fokus belajar dan mengembangkan potensi diri," jelasnya.

Selain itu, Kang Marhaen juga mengungkapkan bahwa selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, kebutuhan dasar siswa telah dipenuhi sehingga orang tua tidak perlu memberikan uang saku. Kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Pada kesempatan tersebut, para calon siswa juga diperkenalkan dengan berbagai kegiatan yang akan mereka jalani selama masa pengenalan lingkungan sekolah. Rangkaian Pra-MPLS menjadi bekal awal agar siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan baru sebelum resmi memasuki tahun ajaran 2026/2027.
Melalui Sekolah Rakyat, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, mandiri, disiplin, serta siap menggapai cita-cita tanpa terhalang keterbatasan ekonomi.