Pra-MPLS Sekolah Rakyat Dimulai, Bupati Nganjuk: Jangan Kubur Mimpi Anak karena Kemiskinan
- 24-07-2026
Nganjuk, PING – Perawat memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pembangunan kesehatan, tidak hanya sebagai pemberi layanan di fasilitas kesehatan, tetapi juga sebagai edukator, pendamping masyarakat, hingga mitra pemerintah dalam menjalankan berbagai program kesehatan. Hal tersebut disampaikan dalam Dialog Interaktif Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL FM) 105,3 yang digelar pada Kamis (23/7/2026) mengangkat tema "Peran Perawat dalam Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Nganjuk."
Hadir sebagai narasumber M. Sunhadi Anwar, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Nganjuk. Dalam dialog tersebut, ia memaparkan berbagai peran penting profesi perawat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendukung program pembangunan kesehatan di Kabupaten Nganjuk.
Sunhadi menjelaskan bahwa PPNI merupakan organisasi profesi yang menaungi seluruh perawat di Indonesia, mulai tingkat pusat hingga daerah. Organisasi ini memiliki fungsi melakukan pembinaan, pengawasan, peningkatan kompetensi, serta memperkuat profesionalisme perawat agar mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.
Menurutnya, PPNI juga terus mempersiapkan sumber daya manusia keperawatan agar mampu bersaing di tingkat internasional melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kompetensi.
"Kami menyiapkan perawat yang memiliki kompetensi, keterampilan, dan kualitas sesuai standar sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kompetensi perawat harus terus ditingkatkan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pelayanan kesehatan," jelas Sunhadi.
Ia menuturkan, profesi perawat merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan karena menjadi tenaga kesehatan yang paling banyak berinteraksi langsung dengan pasien maupun keluarganya. Oleh karena itu, selain menguasai keterampilan klinis, seorang perawat juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang efektif, empati, serta kesabaran dalam menghadapi berbagai kondisi pasien.
"Perawat tidak hanya melakukan tindakan keperawatan, tetapi juga harus mampu memberikan edukasi, membangun komunikasi yang baik, serta memberikan rasa nyaman kepada pasien dan keluarganya. Kami selalu menanamkan prinsip senyum, sapa, salam, dan yang paling penting adalah sabar dalam memberikan pelayanan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Sunhadi menjelaskan bahwa tugas perawat tidak sebatas merawat pasien yang sedang sakit. Saat ini, perawat juga memiliki peran besar dalam upaya promotif dan preventif melalui kegiatan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.
Melalui program pengabdian masyarakat yang rutin dilaksanakan bekerja sama dengan puskesmas, para perawat memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, pencegahan penyakit, kesehatan lansia, gizi, hingga berbagai isu kesehatan lainnya di desa-desa maupun fasilitas pelayanan kesehatan.
"Kami secara rutin melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat melalui bakti sosial dan penyuluhan kesehatan. Harapannya masyarakat tidak hanya datang ketika sakit, tetapi juga memiliki pemahaman bagaimana menjaga kesehatan sejak dini," katanya.
Dalam mendukung pembangunan kesehatan di Kabupaten Nganjuk, PPNI juga aktif berpartisipasi pada berbagai program prioritas pemerintah, salah satunya percepatan penurunan angka stunting.
Sunhadi mengungkapkan bahwa keterlibatan para perawat dalam program tersebut bahkan mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk atas kontribusi nyata dalam mendampingi masyarakat melalui pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas maupun rumah sakit.
Pada kesempatan itu, Sunhadi juga menjelaskan bahwa transformasi digital di sektor kesehatan turut memberikan kemudahan bagi tenaga keperawatan. Saat ini proses pencatatan asuhan keperawatan, rekam medis, hingga sistem rujukan telah berbasis digital sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien.
Dengan sistem tersebut, perawat memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi dan memberikan pelayanan langsung kepada pasien dibandingkan harus menghabiskan waktu untuk administrasi manual.
"Digitalisasi pelayanan kesehatan sangat membantu tugas perawat. Administrasi menjadi lebih cepat sehingga kami dapat lebih fokus memberikan pelayanan kepada pasien. Data rekam medis juga lebih mudah diakses sehingga proses pelayanan menjadi lebih efektif," jelasnya.
Menutup dialog, Sunhadi mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dengan tenaga kesehatan dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Nganjuk yang lebih sehat.
"Kami berharap masyarakat semakin memahami peran profesi perawat sehingga tercipta sinergi yang baik antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Dengan saling mendukung, kita dapat bersama-sama mewujudkan pembangunan kesehatan yang semakin baik di Kabupaten Nganjuk," pungkasnya.