Lebih dari Sekadar Merawat, PPNI Nganjuk Tegaskan Peran Perawat sebagai Edukator Masyarakat
- 24-07-2026
Nganjuk, PING – Angin kencang yang terjadi di tengah musim kemarau mengakibatkan sebuah pohon jenis mindi berdiameter sekitar 40 sentimeter tumbang di Jalan Raya Bypass Nganjuk–Madiun, Desa Pehserut, Kecamatan Sukomoro, Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 14.50 WIB. Pohon yang tumbang menutup sebagian badan jalan sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, pohon tumbang diduga disebabkan oleh terpaan angin kencang yang diperparah dengan kondisi batang pohon yang telah lapuk. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam kejadian tersebut.
BPBD Kabupaten Nganjuk menerima laporan kejadian pada pukul 14.53 WIB. Personel segera menuju lokasi untuk melakukan asesmen, koordinasi, sekaligus mengevakuasi pohon yang menghalangi akses jalan.

Proses penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Nganjuk, Agisena BPBD Jawa Timur, Relawan Senopati Rescue, serta masyarakat sekitar. Berkat kerja sama seluruh unsur, evakuasi berhasil diselesaikan pada pukul 15.25 WIB sehingga arus lalu lintas kembali normal dan dapat dilalui dengan aman.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, mengatakan respons cepat seluruh personel menjadi kunci agar gangguan lalu lintas tidak berlangsung lama.
"Kolaborasi antara BPBD, relawan, dan masyarakat membuat proses penanganan dapat dilakukan dengan cepat sehingga akses jalan segera kembali normal. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah turut membantu dalam penanganan kejadian ini," ujar Sutomo.
Ia menjelaskan, meskipun saat ini memasuki musim kemarau, masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi angin kencang yang sewaktu-waktu dapat terjadi dan berpotensi menumbangkan pohon, terutama yang sudah tua atau lapuk.

"Banyak masyarakat mengira musim kemarau identik dengan kondisi yang aman. Padahal, angin kencang masih berpotensi terjadi dan dapat membahayakan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon saat angin bertiup kencang, lebih berhati-hati ketika melintas di jalan yang dipenuhi pepohonan, serta segera melaporkan apabila menemukan pohon yang miring, rapuh, atau berpotensi tumbang agar dapat segera ditangani," jelasnya.
Hingga penanganan selesai, situasi di lokasi dinyatakan aman, lancar, dan terkendali. BPBD Kabupaten Nganjuk juga terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat angin kencang selama musim kemarau, sebagai upaya meminimalkan risiko terhadap keselamatan jiwa maupun pengguna jalan.