Pra-MPLS Sekolah Rakyat Dimulai, Bupati Nganjuk: Jangan Kubur Mimpi Anak karena Kemiskinan
- 24-07-2026
Nganjuk, PING – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk terus memperkuat literasi digital di kalangan pelajar sebagai upaya mencetak generasi muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi informasi. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Penggunaan Digital yang digelar di SMKN 2 Nganjuk, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang diikuti para siswa ini menghadirkan Perwakilan dari Diskominfo Kabupaten Nganjuk, Naysilla Ade, sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia mengajak para pelajar untuk memahami pentingnya etika bermedia sosial, mengenali jejak digital, serta meningkatkan kemampuan memilah informasi di tengah derasnya arus informasi di dunia maya.
Naysilla menegaskan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan di internet akan meninggalkan jejak digital yang sulit dihapus. Oleh sebab itu, setiap unggahan maupun informasi yang dibagikan harus dipikirkan secara matang karena dapat memberikan dampak bagi diri sendiri maupun orang lain.
"Pada saat kita publikasi di media sosial, aku harap teman-teman pun juga ibaratnya benar-benar memperhatikan ini benar enggaknya," tegas Naysilla saat mengingatkan siswa agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Ia juga mengajak para pelajar untuk menjadi pengguna media digital yang cerdas dengan membiasakan diri melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima. Menurutnya, sikap kritis merupakan benteng utama dalam menghadapi maraknya hoaks dan disinformasi di media sosial.
"Kalau menemukan informasi yang meragukan, lebih baik jangan ikut menyebarkannya. Atau justru ambil sikap untuk tidak membuka laman tersebut karena memang informasinya tidak benar," jelasnya.
Selain membahas literasi digital, sosialisasi juga menyoroti pentingnya membangun karakter positif di era digital. Para pelajar diingatkan agar bijak dalam memilih lingkungan pergaulan, baik secara langsung maupun di ruang digital, karena keduanya memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan karakter dan kesehatan mental remaja.
Menurut Naysilla, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi diri, bukan justru menjadi ruang yang memicu perilaku negatif seperti penyebaran hoaks, perundungan siber, maupun konten yang merugikan masa depan.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam mempersiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045. Penguatan literasi digital menjadi salah satu langkah strategis untuk membentuk sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan teknologi secara produktif, aman, dan bertanggung jawab.
Melalui sosialisasi tersebut, Diskominfo Kabupaten Nganjuk berharap para siswa SMKN 2 Nganjuk mampu menjadi generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki integritas, berpikir kritis, serta bertanggung jawab atas setiap aktivitas digital yang dilakukan. Dengan demikian, para pelajar diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang turut menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan positif sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Nganjuk sebagai Kabupaten Layak Anak.