#

Ketua GOW Nganjuk Ajak Orang Tua Batasi Gadget Demi Bangun Budaya Baca Anak Sejak Dini

NGANJUK, PING– Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Nganjuk, dr. Widhi Nastiti Trihandy, mengajak para orang tua untuk lebih bijak dalam memberikan akses gawai kepada anak sebagai upaya membangun budaya gemar membaca sejak usia dini. Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Membangun Budaya Baca Anak Sejak Usia Dini yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk, Senin (27/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para orang tua dan pendidik, mengenai pentingnya menanamkan kebiasaan membaca sejak anak masih berada pada masa emas pertumbuhan. Menurut dr. Widhi, keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter, pola pikir, serta kebiasaan belajar anak.

Dalam paparannya, dr. Widhi menyoroti fenomena meningkatnya penggunaan gadget pada anak yang kini menjadi tantangan serius bagi tumbuhnya budaya literasi. Ia menilai, kecanduan gawai sering kali bermula dari kebiasaan orang tua yang menjadikan perangkat digital sebagai solusi instan untuk menenangkan anak, sehingga waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar dan membaca justru habis di depan layar.

"Sering kali tanpa disadari, orang tua memberikan gadget agar anak diam atau tidak rewel. Padahal, kebiasaan tersebut dapat mengurangi rasa ingin tahu anak terhadap lingkungan maupun buku bacaan yang seharusnya menjadi sarana utama belajar pada usia dini," ujarnya.

Berbekal pengalamannya sebagai seorang dokter, dr. Widhi mengungkapkan bahwa paparan gawai yang berlebihan dapat memengaruhi tumbuh kembang anak, mulai dari menurunnya kemampuan berinteraksi sosial hingga berkurangnya konsentrasi saat belajar. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama karena akan berdampak pada perkembangan akademik maupun emosional anak di masa depan.

Ia pun mengajak para orang tua untuk menerapkan pola pengasuhan yang lebih sehat dengan membatasi durasi penggunaan gadget serta menghadirkan suasana yang mendorong anak mencintai buku. Membacakan cerita, menyediakan bahan bacaan yang sesuai usia, hingga memberi teladan gemar membaca menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga.

Menurut istri Wakil Bupati Nganjuk tersebut, membangun budaya literasi tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan komitmen dan konsistensi dari orang tua, guru, maupun seluruh elemen masyarakat.

"Kita harus mulai mengembalikan buku sebagai sahabat anak. Dengan membiasakan membaca sejak dini, anak akan memiliki daya imajinasi, kemampuan berpikir kritis, dan rasa ingin tahu yang lebih baik dibandingkan jika waktunya lebih banyak dihabiskan di depan layar," tuturnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak keluarga di Kabupaten Nganjuk yang menyadari pentingnya membangun budaya baca sejak usia dini. Dengan sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah, budaya literasi diharapkan semakin kuat sehingga mampu mencetak generasi yang cerdas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan di era digital.