Wajah Baru Jalan Gondangkulon–Ngluyu, Tingkatkan Konektivitas & Dorong Aktivitas Ekonomi Masyarakat
- 29-07-2026
Surabaya, PING – Sinergi strategis antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah daerah kembali diperkuat. Pemerintah Kabupaten Nganjuk menyambut hangat ribuan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang siap diterjunkan dalam program pengabdian masyarakat berbasis dampak sosial.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi yang akrab disapa Kang Marhaen hadir langsung dalam Upacara Kick Off Program Mahasiswa Berdampak Mobilitas Akademik Semester Gasal 2026/2027. Acara monumental ini digelar bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-62 Unesa di Lapangan Gedung Rektorat Unesa Lidah Wetan, Surabaya, pada Senin (27/7/2026).
Kegiatan ini secara resmi dilepas oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek), Prof. Fauzan, M.Pd. Momen peluncuran ditandai dengan peresmian maskot baru Unesa bernama "CRIO", melambangkan semangat kreativitas dan inovasi tanpa batas dari kampus berjuluk Kampus Rumah Para Juara tersebut.

Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., dalam laporan resminya menyampaikan bahwa pada periode mobilitas akademik kali ini, Unesa menerjunkan tidak kurang dari 16.000 mahasiswa ke ribuan mitra kerja di berbagai daerah. Para mahasiswa tersebut akan menjalankan program pengabdian masyarakat, magang industri, hingga studi independen.
Prof. Nurhasan menegaskan bahwa keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat dirancang untuk mengasah keterampilan abad ke-21, mempertajam kemampuan pemecahan masalah (problem solving), serta menumbuhkan empati sosial secara nyata.
"Kami ingin memastikan bahwa para mahasiswa tidak hanya tangguh secara teoritis di dalam ruang kuliah, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kecakapan praktis untuk menjadi agen perubahan (agent of change) nyata di tengah masyarakat," ujar Rektor Unesa.
Dari total belasan ribu mahasiswa yang diberangkatkan, Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu daerah prioritas utama dengan menerima 1.155 mahasiswa KKN Tematik. Kehadiran jumlah mahasiswa yang signifikan ini disambut antusias oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Dalam arahan dan sambutannya di hadapan jajaran civitas akademika dan ribuan mahasiswa, Kang Marhaen menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan ketangguhan mental (adversity quotient) saat bertugas di lapangan.
Kang Marhaen mengajak secara langsung para mahasiswa KKN Tematik untuk mengambil peran aktif dan berkontribusi nyata dalam memajukan dan mengoptimalkan berbagai potensi strategis daerah Kabupaten Nganjuk, di antaranya:

Kolaborasi yang terjalin erat antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan Unesa ini diharapkan mampu melahirkan terobosan baru yang tepat sasaran serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk optimis bahwa interaksi langsung mahasiswa dengan warga lokal akan melahirkan gagasan-gagasan segar, inovasi terapan, serta solusi atas tantangan riil di desa-desa tempat mereka mengabdi.
Lebih dari sekadar pemenuhan kewajiban akademis, program pengabdian masyarakat ini juga menjadi wadah penggemblengan karakter dan kepemimpinan generasi muda. Melalui pengalaman lapangan ini, para mahasiswa ditempa untuk siap memegang estafet kepemimpinan bangsa di masa depan.