#

Pastikan Kesiapan Sekolah Rakyat, Wabup Pimpin Pemetaan Data Pendidikan Bersama Pilar Sosial

Nganjuk, PING – Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk memastikan tidak ada satu pun anak dari keluarga kurang mampu yang kehilangan hak memperoleh pendidikan. Hal tersebut disampaikannya saat rapat koordinasi bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Pekerja Sosial (Peksos), dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di Ruang Rapat Anjuk Ladang, Sekretariat Daerah Kabupaten Nganjuk, Rabu (8/7/2026).

Rapat yang dipimpin Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi itu turut dihadiri Direktur Dayamas Kementerian Sosial RI, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Nganjuk, Kepala Satpol PP Kabupaten Nganjuk, serta para pendamping sosial dari seluruh kecamatan.

Dalam kesempatan tersebut, Trihandy menyampaikan bahwa pelaksanaan Program Sekolah Rakyat sudah memasuki tahap akhir persiapan. Ia menjelaskan, para siswa dijadwalkan mulai masuk asrama pada 13 Juli 2026, kemudian mengikuti Masa Pengenalan dan Adaptasi Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai 14 hingga 17 Juli yang diawali dengan pemeriksaan kesehatan.

"Kami minta bantuan seluruh pendamping PKH, TKSK, dan pekerja sosial untuk segera menyampaikan kepada calon siswa dan keluarganya bahwa tanggal 13 Juli mereka sudah harus siap masuk ke Sekolah Rakyat. Waktu kita tinggal lima hari, sehingga seluruh kebutuhan pribadi anak-anak juga perlu dipersiapkan sejak sekarang," ujar Trihandy.

Ia mengapresiasi kerja keras para pendamping sosial yang selama beberapa hari terakhir melakukan penjangkauan hingga malam hari untuk mencari dan memverifikasi calon peserta didik. Berkat upaya tersebut, jumlah calon siswa jenjang sekolah dasar terus bertambah meskipun masih memerlukan penjangkauan lebih lanjut.

Menurutnya, pendampingan harus terus dimaksimalkan dengan melibatkan seluruh unsur, termasuk TKSK dan perangkat desa, agar target kuota peserta dapat terpenuhi.

"Saya titip tiga hari terakhir ini dimanfaatkan semaksimal mungkin. Setelah pulang dari sini, silakan langsung turun ke lapangan, keliling dari rumah ke rumah untuk memastikan masih ada anak-anak yang memenuhi kriteria dan bersedia bergabung dengan Sekolah Rakyat," katanya.

Trihandy menegaskan bahwa target utama Pemerintah Kabupaten Nganjuk bukan sekadar memenuhi kuota Sekolah Rakyat, tetapi memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan.

"Target kita satu, tidak boleh ada satu orang pun yang tidak melanjutkan sekolah atau putus sekolah di Kabupaten Nganjuk. Yang belum masuk Sekolah Rakyat akan kita carikan solusi melalui sekolah negeri, pondok pesantren, atau jalur pendidikan lainnya," tegasnya.

Wakil Bupati juga meminta para pendamping tidak hanya berpatokan pada data administrasi, tetapi melakukan verifikasi faktual terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Menurutnya, masih terdapat sejumlah keluarga yang secara data tidak masuk kategori desil 1 atau desil 2, padahal kondisi riil di lapangan menunjukkan mereka layak menjadi penerima manfaat.

"Yang paling memahami kondisi masyarakat adalah panjenengan semua. Kalau secara data desilnya tidak sesuai, tetapi setelah diverifikasi memang layak, silakan dilaporkan sesuai mekanisme. Jangan sampai ada anak yang kehilangan kesempatan sekolah hanya karena persoalan administrasi," ujarnya.

Selain itu, Trihandy juga menginstruksikan agar seluruh data calon peserta segera dipetakan berdasarkan pilihan sekolah, ketersediaan kuota, maupun kendala yang dihadapi setiap calon siswa. Dengan pemetaan tersebut, pemerintah dapat segera memberikan intervensi apabila ditemukan hambatan, seperti ijazah yang masih tertahan, kendala biaya, maupun kebutuhan penempatan di sekolah alternatif.

Ia berharap koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Kementerian Sosial, pendamping PKH, TKSK, pekerja sosial, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat sehingga pelaksanaan Program Sekolah Rakyat dapat berjalan tepat waktu sekaligus menjadi langkah nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.