#

Gebyar Muharram 1448 H, BAZNAS Nganjuk Salurkan Santunan Massal untuk 500 Anak Yatim

Nganjuk, PING – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan komitmennya dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui Gebyar Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Kamis (9/7/2026), BAZNAS menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu.

Selain santunan bagi 500 anak yatim dan dhuafa, BAZNAS juga menyerahkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM, bantuan bagi pedagang kecil, santunan mualaf, bantuan penyandang disabilitas, serta bantuan penyelesaian biaya kesehatan masyarakat kurang mampu.

Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Zainal Arifin, mengatakan seluruh bantuan tersebut berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang dipercayakan kepada BAZNAS Kabupaten Nganjuk.

Ia menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS terus meningkat seiring dengan komitmen lembaganya dalam menerapkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan sesuai syariat Islam.

"Alhamdulillah, pada bulan Juni kemarin BAZNAS Kabupaten Nganjuk telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik dan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ini menjadi bukti bahwa pengelolaan dana umat dilakukan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya.

Menurut Zainal, terdapat tiga prinsip utama yang selalu menjadi pedoman BAZNAS dalam menjalankan tugas, yakni aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Dengan prinsip tersebut, setiap dana zakat yang dihimpun dipastikan disalurkan kepada delapan golongan penerima zakat sesuai ketentuan syariat Islam sekaligus mendukung berbagai program pemerintah.

Ia memaparkan, selama semester pertama tahun 2026 BAZNAS telah membantu pembangunan 32 unit Rumah Tidak Layak Huni dengan nilai bantuan sebesar Rp20 juta untuk setiap rumah melalui sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Selain itu, sebanyak 53 pelaku usaha mikro juga menerima bantuan modal usaha agar dapat meningkatkan produktivitas dan secara bertahap bertransformasi dari penerima zakat menjadi pemberi zakat.

"Kami berharap para pelaku UMKM yang menerima bantuan bisa semakin mandiri, usahanya berkembang, sehingga suatu saat nanti tidak lagi menjadi mustahik, tetapi dapat menjadi muzaki yang ikut membantu masyarakat lainnya," ujarnya.

Di bidang kesehatan, BAZNAS juga terus bersinergi dengan rumah sakit dan pemerintah daerah dalam membantu masyarakat kurang mampu. Pada kesempatan tersebut secara simbolis diserahkan bantuan sebesar Rp302 juta kepada Rumah Sakit Daerah Kabupaten Nganjuk untuk membantu penyelesaian biaya pelayanan kesehatan masyarakat yang membutuhkan.

Perhatian juga diberikan kepada para mualaf di Kabupaten Nganjuk. Sebanyak 79 mualaf menerima bantuan pembinaan sebagai bentuk pendampingan agar semakin mantap dalam menjalankan ajaran agama.

Zainal menegaskan bahwa seluruh program tersebut tidak akan berjalan tanpa dukungan para muzaki yang secara rutin menunaikan zakat melalui BAZNAS Kabupaten Nganjuk.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS. Amanah tersebut kami salurkan sesuai syariat Islam kepada mereka yang benar-benar berhak menerima," katanya.

Ia berharap penghimpunan zakat di Kabupaten Nganjuk terus meningkat sehingga semakin banyak program sosial yang dapat diwujudkan, mulai dari pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi, peningkatan layanan kesehatan, hingga bantuan pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui Gebyar Muharram 1448 Hijriah, BAZNAS Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra pemerintah daerah dalam menghadirkan program-program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat budaya berbagi dan kepedulian sosial di Kabupaten Nganjuk.