Hangatkan Muharram dengan Aksi Nyata, DWP Nganjuk Salurkan Santunan bagi Anak Yatim, Lansia & Dhuafa
- 17-07-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus memperkuat kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyelenggaraan Gebyar Muharram 1448 Hijriah di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Kamis (9/7/2026), yang diwarnai penyaluran santunan kepada 500 anak yatim dan berbagai bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Ali Maschan Moesa, Ketua BAZNAS Nganjuk, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh agama, camat, serta ratusan penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Bupati Marhaen Djumadi menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Nganjuk yang dinilai konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu masyarakat. Menurutnya, berbagai program yang dijalankan BAZNAS mampu menjangkau kebutuhan masyarakat yang belum seluruhnya dapat dipenuhi melalui anggaran pemerintah.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Nganjuk kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS. Program-programnya luar biasa, mulai dari bantuan kesehatan, bedah rumah, bantuan bagi mualaf, santunan anak yatim hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Yang paling penting bukan besar kecilnya bantuan, tetapi manfaat yang dirasakan masyarakat," ujar Kang Marhaen sapaan akrabnya.
Bupati Marhaen menjelaskan, program-program sosial seperti bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan kesehatan, pemberdayaan UMKM hingga santunan bagi kelompok rentan merupakan bentuk nyata kepedulian yang langsung menyentuh masyarakat di tingkat bawah.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, perangkat daerah, dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), serta seluruh elemen masyarakat terus diperkuat sehingga semakin banyak warga yang mendapatkan manfaat.
Menurut Kang Marhaen, potensi zakat di Kabupaten Nganjuk masih sangat besar apabila dikelola secara optimal. Oleh karena itu, sinergi seluruh organisasi perangkat daerah dalam mendukung penghimpunan zakat melalui BAZNAS perlu terus ditingkatkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Pada Gebyar Muharram tahun ini, BAZNAS Kabupaten Nganjuk menyalurkan santunan kepada 500 anak yatim dan dhuafa, bantuan RTLH, bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM, bantuan bagi pedagang kecil, santunan mualaf, bantuan penyandang disabilitas, hingga bantuan penyelesaian tanggungan biaya kesehatan masyarakat kurang mampu.
Selain menyerahkan bantuan, Kang Marhaen juga memberikan motivasi kepada ratusan anak yatim yang hadir. Ia mengajak mereka untuk memiliki semangat belajar, disiplin, dan bekerja keras dalam meraih cita-cita.
Kang Marhaen menegaskan bahwa anak-anak Nganjuk harus bangga lahir di Bumi Anjuk Ladang yang dikenal sebagai tanah kemenangan. Karena itu, mereka harus memiliki mental juara serta keberanian menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
"Anak-anak Nganjuk lahir dari Bumi Anjuk Ladang, tanah kemenangan. Harus punya mental juara, mental tangguh, tidak mudah mengeluh, dan terus belajar. Masa depan tidak bergantung pada orang lain, tetapi ditentukan oleh kerja keras dan kedisiplinan diri sendiri," pesannya.

Ia juga menceritakan pengalamannya melihat budaya belajar anak-anak di sejumlah negara maju yang memiliki etos belajar tinggi. Menurutnya, generasi muda Indonesia harus mampu meningkatkan kualitas diri agar mampu bersaing di tingkat global.
"Kalau ingin sukses, harus berani bekerja lebih keras dari orang lain. Jangan menjadi generasi yang malas. Jadilah generasi petarung yang mampu membawa Kabupaten Nganjuk semakin maju," tegasnya.
"Saya doakan, 20 atau 25 tahun mendatang ada yang menjadi presiden, wakil presiden, menteri, gubernur, bahkan bupati. Semua itu bisa diraih apabila kalian memiliki semangat, disiplin, dan kerja keras," sambungnya.
Melalui Gebyar Muharram 1448 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap semangat berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam menekan angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.