Hangatkan Muharram dengan Aksi Nyata, DWP Nganjuk Salurkan Santunan bagi Anak Yatim, Lansia & Dhuafa
- 17-07-2026
Nganjuk, PING – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk terus memperkuat upaya pembangunan sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 yang digelar pada Rabu (8/7/2026). Mengusung tema "Membangun Ekosistem Sekolah Siaga Kependudukan Berbasis Kolaborasi, Inovasi, dan Kearifan Lokal Menuju Generasi Emas Kabupaten Nganjuk", kegiatan ini menjadi ruang dialog bersama berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pengembangan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).
Forum tersebut dihadiri oleh jajaran Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pendapatan Daerah, Dinas Pendidikan, perwakilan perguruan tinggi, kepala sekolah, serta berbagai mitra kerja yang selama ini mendukung program pembangunan kependudukan di Kabupaten Nganjuk.
Melalui forum ini, Dinas PPKB berupaya menghimpun berbagai masukan, saran, serta kritik konstruktif dari seluruh peserta sebagai bahan evaluasi sekaligus penyempurnaan pelayanan publik di bidang pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga.

Kepala Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk, Asti Widyartini, mengatakan bahwa Sekolah Siaga Kependudukan bukan sekadar program pendidikan, melainkan sebuah gerakan bersama dalam membangun karakter dan wawasan kependudukan sejak usia sekolah.
Menurutnya, tantangan pembangunan kependudukan di masa depan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, akademisi, masyarakat, hingga keluarga agar mampu mencetak generasi yang berkualitas dan siap menghadapi perubahan zaman.
"Sekolah Siaga Kependudukan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Melalui Forum Konsultasi Publik ini kami ingin memastikan bahwa pengembangan SSK dilakukan secara kolaboratif, inovatif, dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Nganjuk," ujar Asti.
Ia menjelaskan, pendidikan kependudukan memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar memahami berbagai isu strategis, seperti dinamika jumlah penduduk, kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan berkeluarga, hingga pembangunan berkelanjutan. Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi tantangan sosial maupun ekonomi di masa depan.

Asti menambahkan, keberhasilan program Sekolah Siaga Kependudukan tidak dapat dicapai oleh Dinas PPKB semata. Diperlukan dukungan lintas sektor agar materi kependudukan dapat diintegrasikan secara optimal dalam lingkungan pendidikan.
"Kolaborasi menjadi kunci utama. Kami ingin seluruh pemangku kepentingan memiliki visi yang sama dalam membangun ekosistem Sekolah Siaga Kependudukan. Mulai dari pemerintah daerah, DPRD, Dinas Pendidikan, sekolah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat hingga dunia usaha harus saling bersinergi agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh peserta didik," jelasnya.
Selain menjadi forum penyampaian aspirasi, kegiatan ini juga menjadi media untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menyusun berbagai inovasi pelayanan publik di bidang kependudukan. Berbagai masukan yang disampaikan peserta diharapkan mampu memperkaya kebijakan serta menghasilkan program yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Dalam forum tersebut, para peserta juga berdiskusi mengenai pentingnya penguatan literasi kependudukan di lingkungan sekolah melalui berbagai metode pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik daerah. Pendekatan berbasis kearifan lokal dinilai mampu memperkuat pemahaman peserta didik sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan lingkungan sekitar.
Sinergi lintas sektoral yang dibangun melalui Forum Konsultasi Publik ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter, wawasan kependudukan, serta kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Melalui penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik Tahun 2026, Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, program Sekolah Siaga Kependudukan diharapkan mampu menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan Generasi Emas Kabupaten Nganjuk yang berkualitas, berdaya saing, serta memiliki pemahaman yang baik mengenai isu-isu kependudukan dan pembangunan keluarga.